RSS

Menjadi Perawan di Sarang Perjaka

13 Sep
Menjadi Perawan di Sarang Perjaka

Pernahkah Anda merasakan atau membayangkan menjadi seorang perempuan di tengah-tengah kaum lelaki? Saya merasakannya setelah dua bulan menjadi kompasianer. Yang saya maksudkan, saya merasa menjadi seorang blogger feminin yang kesepian di tengah hiruk-pikuk sebuah media maskulin yang bernama Kompasiana.

Ditilik dari nama dan slogannya, Kompasiana memang terkesan feminin. Begitu pula interaksi antara para kompasianer. Namun di luar 3 hal tersebut, saya rasa media ini 100% maskulin.

Baru desain grafisnya saja kita sudah bisa merasakannya. Penampilan media ini berlatar putih (maskulin) seraya menonjolkan warna-warna maskulin (seperti hitam, biru, dan oranye). Warna-warna feminin (seperti pink, tan, dan ungu) hampir tak pernah terlihat. Dekorasinya pun berupa garis-garis hitam tegas yang khas maskulin. Saya belum pernah menjumpai dekorasi yang berupa garis-garis lengkung berwarna-warni yang khas feminin di Kompasiana.

Bagaimana dengan tataletaknya? Media ini ditata dengan struktur arsitektur yang khas maskulin. Isinya dirancang sedemikian rupa, sehingga memacu aktivitas otak kiri yang khas maskulin. (Contohnya: “Teraktual” lebih ditonjolkan daripada “Menarik”.) Tataletaknya cenderung kurang memicu aktivitas otak kanan yang khas feminin.

Begitu pula sikap Admin dalam memilih artikel-artikel yang dipajang di Headline (HL), Highlight, dan Terekomendasi. Semakin maskulin (atau semakin memacu aktivitas otak kiri) suatu artikel, semakin besar peluangnya untuk dipilih oleh Admin. Sebaliknya, semakin feminin (atau semakin memicu aktivitas otak kanan) suatu artikel, semakin kecil peluangnya untuk terpilih. Walaupun tak jarang karya kompasianer wanita dijadikan HL, hampir semuanya bercorak maskulin pula.

Dengan sikap Admin yang begitu, para kompasianer pun (baik pria maupun wanita) cenderung menulis artikel yang maskulin pula. (Saya sendiri pun terkadang terseret arus untuk menulis dengan gaya maskulin walau sebenarnya lebih senang bergaya feminin.)

Secara demikian, mudahlah bagi saya bila diminta untuk merekomendasikan tulisan-tulisan kompasianer yang merangsang kecerdasan analitis dan verbal kita. Sebaliknya, sulitlah bagi saya untuk menunjukkan artikel-artikel kompasianer yang melejitkan kecerdasan emosi dan spiritual kita.

Dengan menyadari kenyataan-kenyataan seperti itu, saya merasa “menjadi seorang perawan lugu di sarang perjaka-perjaka berpengalaman”. Dengan kata lain, saya merasa sendirian di tengah keramaian. Padahal, saya bukanlah wanita yang betah mengurung diri.

menjadi-perawan-di-sarang-perjaka

Karena itu, bila kemudian saya lebih sering “jalan-jalan” bersama dengan rekan-rekan di A Sia Na, maka itu bukan berarti saya ngambeg atau pun berusaha memutus tali persahabatan dengan para kompasianer lainnya. Saya hanya ingin lebih feminin dan menajamkan otak kanan saya. Itu saja.

——-
* Artikel di atas merupakan tayang ulang, dengan sedikit penyuntingan, dari artikel berjudul sama di Kompasiana.

by Ma Sang Ji

 

Tag: , , , ,

22 responses to “Menjadi Perawan di Sarang Perjaka

  1. Mr WordPress

    13 September 2011 at 07:00

    Silakan berkomentar dengan sebebas-bebasnya dalam batas kesopanan.

     
    • abukemal

      16 September 2011 at 09:57

      WIH3, saya baru baca sudah merinding dot kom,
      ada apa ini nona2, bergundah gulana begitu,
      mbok sudah, damai2 saja mbak
      kita nulis dimari kan seperti salurkan hoby bukan salurkan emosi
      kita nikmati perjalanan ini, setiap langkah kita hayati
      ga usah mikir nanti sampai di garis finish kita mau apa, wong masa depan itu ghoib, kita tidak tahu ada apa didepan sana, ada paku, atau ada dompet jatuh.
      jadi perawan disarang penyamun/eh perjaka, nikamti saja
      jangan lama2 mutungnya, jangan jauh2 perginya,
      wis ndang balio, sudah segeraklah kembali.
      maap brani2nya saya menasehati anda, sekali lagi mohon maaf

       
      • A Sia Na

        17 September 2011 at 22:56

        Bolehlah kalau mau beri nasihat. It’s okay. Kami malah sangat berterima kasih.🙂

        Cuma kayaknya ada kesalahpahaman yang mungkin perlu diluruskan.

        Mutung?😀 Emangnya definisi mutung itu apaan sih?
        Heran deh kenapa keputusan wanita selalu dianggap emosional. Apakah alasan2 di atas belum cukup rasional?
        Lagian, keputusan ini sudah dipersiapkan lama, sejak berbulan-bulan yang lalu. Apa ini juga belum cukup jadi bukti bahwa kami bukan mengedepankan emosi?

         
  2. aridhaprassetya

    13 September 2011 at 07:51

    “Menjadi Perawan di Sarang Perjaka”, bukankah dengan demikian “keperawanan” itu akan menjadi lebih “nyata”?

    Yang sedikit diantara yang banyak, minoritas di tengah mayoritas, cahaya di tengah kegelapan…, menonjol dan berbeda diantara yang biasa dan seragam, kesepian di tengah kreramaian dan hiruk pikuk, saya tetap saja menikmati keindahannya….

    seorang guru mengatakan “beyond the mind”, sesuatu dianggap masalah/bukan masalah, sangat tergantung kepada kepada seberapa terpenjara seseorang oleh logika dan pemikiran.

    maka sebagai perempuan yang “feminin”, saya bahagia rasa sepi itu mengilhami Sang Ji untuk senantiasa melakukan lompatan-lompatan (energi) ajaib. Saya mengistilahkan sebagai “the quantum of miracle”.

    Kesepian itu melahirkan tulisan maupun bentukan/realisasi gagasan-gagasan dan bahkan “gerakan-gerakan” baru. Hampir setiap hari, saya melihat energi itu bergerak dan melompat-lompat dengan tanpa beban. Dan itu indah kan?

    salam bahagia dan terus menulis!

     
    • Ma Sang Ji

      13 September 2011 at 08:01

      mbak Ridha, makasih banget atas apresiasinya🙂
      bener, aku suka “melompat-lompat dengan tanpa beban”
      duh, jadi ketahuan deh…😀

       
  3. puyuhjaya

    14 September 2011 at 00:43

    Hadir🙂

    Siapa tau mbak-mbak, ibu-ibu di sini mau masak telur puyuh . . (promo.com)

    Salam hormat, salam kenal ya🙂

    *telur puyuh tidak bisa melompat-lompat seperti siluman*

     
    • Ma Sang Ji

      14 September 2011 at 04:18

      Blog puyuhjaya ini blognya mas Arief?
      Ma nggak nyangka, peternak puyuh bisa bikin blog hebat juga, hehehe…
      Semoga sukses segalanya.

       
      • M. Arief B. Ariefmas

        14 September 2011 at 08:02

        Betul, Mbak. Saya Arief. Ini blog juga baru bikin. Penyaluran dari blog lama yang amburadul.

        Blog hebat?
        Trima kasih doanya. Yang penting berbagi. Mengimbangi awal dulu beternak puyuh, susah cari informasi puyuh di internet. Rata-rata formil dan rigid dalam penyampaiannya.

        Blog Masangji dan Asiana, link-nya akan saya pasang di blog lama saya.
        Biarpun saya di pinggiran, wordpress seperti sudah rumah sendiri juga.
        Terima kasih juga untuk Matt Mullenweg.

        Salam dunia maya.

         
      • puyuhjaya

        14 September 2011 at 08:09

        Maaf jika banyak berkomentar.
        Tadi lupa ternyata belum log out akun lama.
        Karena keduanya saya gabung.
        Moga tidak dianggap mengotori lapak.
        Trima kasih.

        Salam dunia maya . .

         
      • Ma Sang Ji

        20 September 2011 at 17:40

        Mas Arief silakan sering2 berkomentar banyak.
        Kami senang komentarnya, bisa lebih mengakrabkan kita.🙂

         
    • Ma Sang Ji

      27 September 2011 at 06:55

      @ Ariefmas

      Segala panduan tentang feedburner ada di:
      http://www.google.com/support/feedburner/

      Untuk optimalisasi mesin pencari, saya sudah baca tapi belum mengamalkan panduan resmi dari Google:
      http://static.googleusercontent.com/external_content/untrusted_dlcp/www.google.co.id/id/id/intl/id/webmasters/docs/search-engine-optimization-starter-guide-id.pdf

       
  4. sarah

    19 September 2011 at 11:17

    Iya yah, baru sadar neh kalau berada di sarang perjaka. Tadinya aku tidak bisa membedakan antara tulisan feminin dan maskulin. Makasih mbak Ma sudah bersuara buat para feminin.

     
    • Ma Sang Ji

      20 September 2011 at 17:42

      Mbak Sarah, makasih atas apresiasinya. Semangat!🙂

       
  5. puyuhjaya

    27 September 2011 at 07:32

    @Ma Sang Ji

    Terima kasih informasinya, Mbak Ma.

    Tidak apa-apa rangkaian komentarnya meloncat-loncat. Saya komentar karena kerelaan, seperti halnya saya komentar di salah satu blog favorit saya, jangankan berbalas kunjungan, bahkan membalas komentar pun tidak pernah. Tapi saya tidak masalah. Walaupun bukan trotoar, beliau saya ikuti terus di http://ndorokakung.com

    Tentang optimalisasi mesin pencari, saya belum paham. Sedikit tau, tapi tidak mengerti. Tag “penulis cerdas” pun, sudah mendepak blog ariefmas menjadi spam, diganti jadi puyuhjaya. Memang misteri bagi saya, mungkin tidak bagi para pakar. Bikin penasaran saja🙂

     
    • Ma Sang Ji

      27 September 2011 at 07:52

      @ puyuhjaya

      Makasih atas pengertiannya. Pertimbangan saya sebenarnya: karena komentar saya mengandung dua link, takut dianggap spam oleh Akismet. Kalau di blog sendiri kan aman.

       
  6. M. Arief B. Ariefmas

    27 September 2011 at 12:11

    Tidak apa-apa, Mbak.
    Sudah saya atur, minimal 3 link baru masuk spam.
    Biarpun begitu, akismet sering error juga, tidak ada link-nya pun masuk spam.

    Oiya, lebih memperkuat lagi jika komentarnya berangkaian.

     
    • Ma Sang Ji

      27 September 2011 at 15:27

      Mas Arief, “komentarnya berangkaian” itu maksudnya apa?

       
  7. M. Arief B. Ariefmas

    27 September 2011 at 21:27

    Semacam diskusi atau yang mirip komentar planet kenthir apa ya…

    Oiya, nitip link. Mungkin sudah banyak yang tau. Tapi mungkin juga masih ada yang belum tau dan ternyata minat ikut. Siapa tau…🙂

    http://jalansetapak.wordpress.com/2011/09/16/lomba-cerpen-lagi

    Semangat dan sukses selalu untuk Asiana, Masangji, Misterianeh… Perkembangannya pesat.

     
  8. Siti Swandari

    12 Oktober 2011 at 22:33

    Sebenarnya maskulin dan feminin sama aja kok, tetapi karena maskulin itu sudah maju duluan dengan peradaban patriarchat, jadi pasti lebih mendominir dunia.
    Tapi wanita akan menyusul, kita kan bak sepasang sayap dari seekor burung ?
    Mbak Ma Sang Ji kok cantik banget ya, kayak bidadari dari Kroya, eh, Korea.

     
  9. a game

    11 Januari 2012 at 23:31

    merhabalar arkladaslar nasılsınız?

     
  10. Heri

    17 Oktober 2012 at 07:11

    Bagus artikelnya. Inspiratif…
    Mechanicalat2berat.blogspot.com

     
  11. nasip pengamen

    6 Desember 2013 at 18:29

    Buat yang punya rum saya mau berbagi cerita kepada tema2, nama saya yono tingGal dijakarta saya dulunya pengamen jalanan yang slalu bawa nasi uduk untuk mengGanyjal perut kami ber3, apa boleh buat sulitnya menycari pekerjaan terpaksa aku jadi pengamen untuk menghidupi anak dan istriku, pada suatu hari aku sudah mau pulang kerumah tapi hari itu aku hanya mendapatkan uang 3ribu rupih aku duduk sambil kupeluk Gitar ini sambil berpikir, gimana caranya beli nasi untuk anak dan istriku sedangkan mereka hanya makan 1x dalam sehari terkadang juGa kami harus puasa walaupun bukan bulan puasa, tiba2 datag seorang perempuan menghampiriku ternyata penyjual nasi tersebut dia berkata kenapa jam seGini belum pulang, lalujawab Gimana caranya pulang sedangkan nasi aja tidak cukup lalu perempuan tersebut langsung perGi ternyata dia pulang kembali dengan nasi sebungkus sambil dia mengatakan ni nasi untuk anak dan istrimu,sambil perempuan tersebut duduk disampingku dan memberitahukan sesuatu dia juGa bercerita tentang kehidupanya, dia mengeluarkan HP disaku celanaya dan menghubungi seseorang BERNAMA eyang PESSA perempuan didekatku mengatakan eyang tolong bantu laki2ini lalu aku berbicara dengen eyang PESSA dengan angka GOIB/JITU uang3ribu tersebut aku mulai sukses seperti sekarang, dari uang3ribu aku menang TOGEL200RIBU LALU KUPASANG LAGI 150000RIBU AKU MENANG LAGI DAN SETERUSNYA UDA7KALI AKU MENANG TOGEL DAN SAYA JUGA SUDAH PUNYA WARUNG MAKAN DAN PUNYA BISNIS KECIL2LAN BUAT EYANG PESSA SAYA UCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH, INI BUKAN REKAYASA TETAPI KENYATAAN SUDAH TERBUKTI KEPADA KAMI SEKELUARGA JIKA ANDA MAU SEPERTI SAYA BUKTIKAN SENDIRI DENGAN ANGKA GOIB/JITU EYANG PESSA SAYA SUKSES, BUAT TEMAN2 YANG MAU MEMBUKTIKAN SILAHKAN HUBNGI EYANG PESSA DI 082313367336………TERIMA KASIH………..

     

Silakan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s