RSS

Ketika Saatnya Harus Berubah

21 Sep
Ketika Saatnya Harus Berubah

Ada sesuatu yang sedang terjadi dan sangat mengganggu diri saya. Tiba-tiba ada yang berbisik bahwa, saatnya saya harus meninggalkan zona kenyamanan. Sangat tidak nyaman memang ketika kita harus meninggalkan zona nyaman itu. Mata saya tak bisa terpejam hingga larut. Lalu saya ingat sesuatu yang pernah saya tulis bahwa tujuan hidup adalah bertumbuh menjadi yang terbaik yang mungkin dapat dicapai, setiap hari.

Lalu saya ingat lagi soal filsafat klasik itu, bahwa :

“Kebahagiaan manusia adalah bergerak menuju tempat yang lebih tinggi, mengembangkan bakat-bakatnya yang lebih tinggi, memperoleh pengetahuan tentang hal ikhwal yang lebih tinggi dan yang tertinggi, dan bila mungkin, bertemu dengan Tuhan. Bila manusia tidak mengerjakan tugas-tugas ini, maka berarti ia bergerak menuju kepada yang lebih rendah, dan hanya mengembangkan bakat-bakatnya yang lebih rendah, sehingga ia pun menjadikan dirinyas sendiri tak bahagia, bahkan mungkin putus asa.”

Cukup lama saya merenungkan kalimat bijak itu, hingga akhirnya saya paham bahwa kebahagiaan manusia adalah mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan adalah soal perubahan. Bertumbuh berarti juga berubah. Berubah itu tak jarang harus keluar dari zona nyaman.

Saya coba menyimak segala yang ada di sekitar. Hewan-hewan mengalami perkembangan, matahari mengalami terbit dan terbenam, bulan mengalami timbul dan tenggelam, bumi berputar, angin berhembus, air mengalir, tumbuh-tumbuhan mengalami tumbuh tinggi dan meneduhkan, bunga-bunga bertumbuh kuncup dan mekar dengan indahnya, semua alam semesta bergerak dan bertumbuh. Seluruh alam semesta menjalani tugas-tugas pertumbuhannya dengan penuh keikhlasan.

butterfly_emerging

Jika demikian, lalu apa alasan yang tepat untuk menolak panggilan bertumbuh? Jika seluruh alam semesta bergerak mengalami perubahan, memenuhi panggilan bertumbuhnya dengan senang hati, maka begitu juga seharusnya manusia. Rasanya memang, tak ada apapun dan siapapun yang sanggup menghentikan pertumbuhan dan perubahan.

Sekali lagi, hanya ada dua pilihan untuk saya. Bersedia bertumbuh dan mengalami perubahan atau “dipaksa” berubah oleh alam semesta.

salam bahagia

by Aridha Prassetya

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada 21 September 2011 in Filsafat, Inspiratif, Percaya

 

Tag: , ,

7 responses to “Ketika Saatnya Harus Berubah

  1. noorhanilaksmi

    21 September 2011 at 06:52

    ah inilah yang menyentil saya…kapan aku berani hengkang dari zona kenyamanan ini? secara sadar secara apresiasi sebenarnya nothing! hanya saja i am sefety player? bila sudah pasti meraih yang lebih baik maka akan aku tinggalkan apa yang ada sekarang….

     
  2. Ma Sang Ji

    21 September 2011 at 17:16

    “Seluruh alam semesta menjalani tugas-tugas pertumbuhannya dengan penuh keikhlasan.”

    Sepakat.
    Yang tak pernah berubah itu bagaikan ulat mati dalam kepompong.
    Terus berubah mengembangkan diri berarti menjadi kupu-kupu.

     
  3. silvananeny

    21 September 2011 at 20:48

    aku tak terlalu menyukai perubahan dan senang berada di zona nyaman Hiks..!

    artikel yang menginspirasi🙂

     
  4. edhi su'

    22 September 2011 at 09:55

    heeeee, yg brubah hanya fisik blaka, dan tuhan pun tetap satu ajaaaaaaaaaaaaaaaa, ceyen

     
    • noorhanilaksmi

      23 September 2011 at 07:20

      Sehati pak Edi tiada yang abadi dengan raga tetapi jiwa dan sang pemberi nafas kehidupan adalah abadi… Have A Graet Day Pak Edhi🙂

       
  5. Esti

    26 September 2011 at 13:06

    Terima kasih artikelnya. Inspiratif! Saya sedang berada di tahap gamang dan berpikir akan usaha sendiri atau menjadi “kaum buruh” lagi. Perlu perenungan mendalam karena comfort zone memang membuat jiwa stagnant. Sukses selalu

     
  6. Siti Swandari

    13 Oktober 2011 at 23:51

    Jika masih punya mimpi ada baiknya coba berubah, siapa tahu mimpi itu bisa dicapai. Tetapi sepertinya manusia itu selalu punya mimpi yang belum kesampaian, jadi pasti gelisah jika tidak berubah.

     

Silakan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s