RSS

Mengapa Manusia Perlu Menangis

22 Sep
Mengapa Manusia Perlu Menangis

49days20-00336Menangis sering kali dipandang tercela. Kita mungkin sering mencibir bila menyaksikan orang lain menangis. Kita pun merasa malu kalau ketahuan menangis. Tapi menurut pendapat banyak ilmuwan, termasuk para psikiater, menangis itu ternyata perlu dan menyehatkan. Kenapa?

Menangis memang cara alami yang mudah, murah, dan dapat dilakukan di mana saja ketika kita sedih atau dirundung masalah. Usai  banjir air mata,  biasanyanya anda merasa menjadi lega. Terbebas dari himpitan stres, kemarahan dan kesedihan. Walaupun mata basah, suara serak, anda merasa lebih segar dan kuat.

Menurut para ilmuwan, kondisi ini sangat biologis. Dr Bill Frey, Kepala Penelitian di Dry Eye and Tear Research, Minnesota, AS, mengungkap bahwa dalam airmata terkandung 2 jenis hormon stres yaitu prolactin dan ACTH. Ketika anda stress, kadar hormon itu dalam darah meningkat, sehingga harus dikeluarkan. Selain itu, menangis juga memicu keluarnya endorfin, hormon yang membuat kita merasa nyaman. Tak heran jika setelah menangis, kita merasa lebih tenang dan lega.

Apa saja yang membuat kita menangis?

1. Kehilangan orang yang kita sayangi

Menangis kehilangan orang yang anda sayangi sangatlah wajar. Kehilangan orang yang dekat dengan kita dikarenakan kematian atau perpisahan. Orang terdekat di sini bisa berarti orangtua, suami atau istri, anak, keluarga, pacar, sahabat atau teman. Bahkan kita pun akan menangis jika kita kehilangan binatang atau benda kesayangan kita.

Kesedihan yang mendalam kadang membuat kita depresi; dan menangis adalah cara alami untuk menyalurkan kesedihan yang ditimbulkan, sampai akhirnya secara perlahan kita bisa menerima kenyataan tersebut.  Kehilangan orang yang kita cintai bagaikan naik roller coaster. Meskipun kita sudah melupakannya, seseorang tidak akan bisa benar benar kembali seperti keadaan semula. Kadang kesedihan itu akan hilang timbul kembali.

Biarkan anda menangisinya, walaupun kejadian itu sudah lama berlalu. Terapi ini membantu anda menyadari bahwa seorang manusia tidak bisa memiliki manusia lainnya. Banyak takdir atau penyebab lainnya yang membuat anda untuk berpisah dan tidak dapat memilikinya.

2. Amarah yang terpendam

Masih banyak wanita yang terkukung aturan budaya yang tidak menginzinkan wanita untuk marah marah apalagi menuntut haknya. Tak heran pada akhirnya banyak wanita yang merasa haknya diinjak-injak. Secara naluri wanita  sering kali melindungi dirinya, lebih banyak diam dikarenakan menghindari  pertengkaran  dan menyimpan kemarahannya. Menahan perasaannya,  demi menjaga hubungan yang harmonis dengan pasangannya, sahabatnya, orangtuanya,  teman temannya, atau relasi bisnisnya. Dan memilih menagis untuk mengungkapkan kemarahan dan kekesalan anda.

Pakar psikologi Wilfitri  berpendapat, ”Sebaiknya hentikan tangisan anda dan keluarkan amarah anda. Tentunya dengan cara yang tepat”.  Jika anda belum terbiasa, latihlah dengan mengungkapkan apa yang ada rasa secara baik-baik dan sederhana. Atau sampaikan keluhan anda dalam bentuk tulisan, email, sms atau media lainnya, yang pada akhirnya dapat menggatikan tangisan anda dengan bentuk kemarahan yang lebih bijak.

3. Mempunyai problem yang berat

Kebanyakan wanita akan menangis jika menghadapi masalah yang berat. Entah itu masalah percintaan, polemik rumahtangganya, kesulitan keuangan, atau hubungan sosialnya dengan orang lain. Tidak berati bahwa wanita tersebut tidak dapat menyelesaikan masalah. Akan tetapi, wanita membutuhkan rasa nyaman, suatu dukungan dari suaminya, sahabatnya, atau orang-orang terdekatnya dalam mensupportnya ketika menyelesaikam masalah itu. Memberi dukungan dan rasa percaya diri bahwa anda mampu menyelesaikan masalah tersebut.

Ketakutanlah yang membuat anda menangis dan kurang percaya diri. Kalau begini, berhentilah menangis. Yang perlu anda lakukan adalah mengatasi rasa takut itu. Ketika anda menemui kegagalan, segeralah bangkit dan terus maju. Teruslah berusaha  berusaha dan hingga masalah terselesaikan. Usap air mata anda dan ubah pola pikir anda: Always do the best, and God will take care of the rest.

4. Keinginan yang tidak tercapai

Sering kali wanita menangis ketika suatu keinginan atau pengharapan tidak tercapai. Saat itu wanita tidak dapat berfikir lagi dengan logis. Yang dilakukannya lebih banyak mengeluh dan berandai-andai. Berharap semua keinginannya bisa tercapai meski dengan segala cara. Wanita kadang kala menggunakan senjata air matanya untuk merayu atau mengabulkan sebuah keinginan pada lawan jenisnya atau keluarga dan teman temannya. Dengan menangis dan air mata yang berderai. kadang wanita berharap timbulnya rasa iba dan terkabulnya semua keinginan.

Tentunya tidak semua wanita berlaku seperti itu dan tindakan semacam tadi haruslah dihindari. Kebiasaan ini membuat anda menjadi manipulatif. Membuat anda tidak dapat dipercaya dan menyebalkan. Ketika tangisan digunakan sebagai senjata dalam meraih keinginan yang tidak tercapai, itu justru menunjukan bahwa wanita tersebut belum dewasa. Walaupun pria kadang luluh dengan cara ini, harus diingat bahwa mereka adalah mahluk rasional. Masih banyak cara lain yang dapat digunakan dengan pro dan kontranya, tapi masalah bisa selesai dengan penjelasan logis yang dapat diterima oleh akal sehat.

5.  Tertimpa Musibah

Saat tertimpa musibah, reaksi pertama yang dilakukan wanita adalah menangis. Tertimpa musibah di sini berbagai macam bentuknya, seperti  bencana alam, kehilangan harta benda, diuji dengan suatu penyakit dan lain sebagainya. Menangislah sepuasnya. Biarlah semua kekecewaan anda keluar dan tawar menawarlah pada Tuhan. Jika anda butuh waktu untuk sendiri, lakukanlah. Saat anda merasa lebih tenang, tanyakan pada diri anda apa yang akan anda lakukan. Dengarkan kata hati anda dan susunlah rencana kembali. Yakinlah diri bahwa anda masih bisa bangkit dan mengejar cita cita dan harapan anda. Dalam kehidupan, krikil problema akan selalu menghalagi langkah kita. Tapi tetap semangat dan berusaha.

49days20-00333Tentunya masih banyak contoh lainnya yang membuat kita menangis. Diantaranya: ketika emosinya tersentuh oleh sebuah syair lagu dan pertujukan film, saat bahagia ketika mendapat hadiah, ketika anak sakit, ketika suami mendua, dan masih banyak contoh penyebab menangis yang lainnya.

Menangis tidaklah dilarang, justru dianjurkan jika dilakukan dalam porsi yang wajar. Menangis tidak hanya menyembuhkan luka. Menangis juga bisa memotivasi kita untuk bangkit kembali dalam menata kehidupan. Menangis tidak berarti cengeng. Menangis itu terapi sederhana dalam menyelesaikan masalah.

Jadi, menangislah bila perlu.

ditulis oleh Neny Silvana diedit oleh Ma Sang Ji

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 22 September 2011 in Inspiratif, Kejiwaan, Psikiatri

 

Tag:

4 responses to “Mengapa Manusia Perlu Menangis

  1. noorhanilaksmi

    23 September 2011 at 07:23

    Dengan menangis rasanya lebih lega sembari intropeksi diri, kenapa? dan harus bagaimana sebaiknya? untuk kembali menata hati dan mengikuti kata hati. Nice Posting Mbak Neny🙂 Love Friday!

     
    • silvananeny

      23 September 2011 at 11:47

      Setuju mbak Noor. Saya bukan wanita yang cengeng, tapi saat-saat tertentu saya juga sering menangis. Menangis disini lebih meluapkan emosi, setelah itu baru saya bangkit lagi. Seperti menyusun kekuatan yang baru…:)

      Have a nice weekend juga ya mbak, nih saya lagi packing..mau liburan ke luar kota.

       
      • noorhanilaksmi

        23 September 2011 at 13:06

        Okay Mbak Have A Nice Week End ya🙂

         
  2. Siti Swandari

    13 Oktober 2011 at 23:41

    Air mata buaya, ada nggak ya ? Kalau ada, wanita harus waspada supaya nggak kejebak dalam tipuan.

     

Silakan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s