RSS

Semut Pun Bunuh Diri?

23 Sep
Semut Pun Bunuh Diri?

Ruang kerja saya di lantai lima sebuah bangunan yang cukup tinggi. Setiap hari, “menteri urusan dapur” yang biasa kami panggil Mister H (baca: Eij) menyediakan secangkir kopi plus air putih di gelas besar air minum 1,5 liter saya supaya tidak mondar-mandir ke dapur hanya untuk mengambil air minum. Si gelas besar air putih itu biasa bertengger di dekat dinding yang berdampingan dengan rak buku. Pada sore hari, di sisa airnya itu sudah mengapung segerombolan semut-semut kecil coklat muda. Entah bagaimana, mereka melakukan perjalanannya, hingga bisa kompak “bunuh diri” di gelas air saya itu.

Pagi itu sambil menyambut air minum dari Mister H dan meletakkannya dekat jendela yang menghadap ke jalan raya, saya bilang begini, “Saya mau pindahkan ke sini saja ya. Mudah-mudahan tidak disemuti lagi.”

semut-semut membangun jembatanSerius dengan wajah lugunya itu, Mister H menjawab, “Betul, Mbak… taruh di situ saja, pasti nggak disemutin lagi. Soalnya, semutnya pasti takut jatuh.”

Hahahaaaa… Membayangkan semut singunen (=rasa takut di ketinggian) saja sudah mengawali hari saya cerah ceria. Ternyata semut juga bisa fobia ketinggian, ya? Selain fobia ketinggian, mungkin juga para semut itu silau dengan sinar matahari dari luar. Dan, betul! Sampai sekarang tidak ada seekor semut pun yang merelakan dirinya terjun bunuh diri ke air minum saya.

ditulis oleh Tytiek Widyantari diedit oleh Ma Sang Ji

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 23 September 2011 in Bermanfaat, Lingkungan Alam, Nyaman

 

Tag: , ,

5 responses to “Semut Pun Bunuh Diri?

  1. Ma Sang Ji

    23 September 2011 at 18:19

    Inspiratif. Salut atas usaha mbak Tytiek dalam mencegah semut-semut “bunuh diri”.
    Saya rasa, mereka bukan takut terhadap ketinggian, melainkan terhadap panas, termasuk panas dari sinar matahari.

     
  2. M. Arief B. Ariefmas

    24 September 2011 at 04:49

    Mereka pikir ‘cari yang aman saja’🙂

    Ternyata masalahnya sama, Mbak : semut. Bawa minum ke kandang puyuh, juga semut merubung. Akhirnya pake nampan kecil dikasih air, untuk tempat naruh gelas🙂

     
  3. noorhanilaksmi

    24 September 2011 at 20:11

    Nice Share mbak Titi…🙂

     
  4. Siti Swandari

    8 Oktober 2011 at 10:33

    Wah, saya mau tanya sama mbah Google dulu ah, apa beliaunya tahu tentang semut bunuh diri dan semut yang takut ketinggian.

     
  5. Rochem

    13 Februari 2012 at 04:22

    saya sangat terkesan dengan blog anda mbak, sangat bagus sekali,
    oia saya mau idzin pasang rss reader di blog saya,

    terima kasih

     

Silakan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s