RSS

Mengapa Pria Lebih Sukses Bila Menggandeng Wanita

25 Sep
Mengapa Pria Lebih Sukses Bila Menggandeng Wanita

Di tempat kerja modern, hampir semua usaha melibatkan tim-tim kecil. Namun bahkan jika orang-orang yang sangat cerdas dan sangat berbakat bekerja bersama dalam suatu proyek, jelas bahwa tim ini bisa saja menjadi malapetaka dahsyat. Kadang-kadang tim ini seperti berubah menjadi sekumpulan orang-orang pandir yang kekanak-kanakan. Apakah lebih baik melepaskan harapan terhadap tim dan lebih bersandar pada kemampuan individual belaka?

Tidak perlu. Tim-tim itu bisa lebih cerdas dan lebih efektif daripada individu-individu anggotanya. Sinergi mereka itu sungguh lebih besar dan lebih baik daripada sekadar kumpulan bagian-bagiannya, asalkan berada dalam keadaan yang tepat.

Suatu riset yang baru-baru ini diselenggarakan oleh sejumlah peneliti di MIT, Carnegie Mellon, dan Union College menunjukkan bahwa kecerdasan kolektif suatu kelompok kecil yang bekerja sama secara khas itu berperan pula dalam kinerja mereka pada berbagai tugas yang beraneka-macam. Dalam penelitian tersebut, hampir 700 orang ditempatkan dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari 2 sampai 5 orang. Orang-orang yang mampu menyelesaikan masalah sebagai sebuah tim ternyata bisa diprediksi bahwa mereka akan sukses pula dalam berbagai tugas, seperti negosiasi dan analisis logis.

Kecerdasan rata-rata para anggota tim (yang diukur berdasarkan kecerdasan individual) tidaklah mencerminkan kinerja tim sama sekali. Dengan kata lain, sekadar mengumpulkan orang-orang cerdas dalam suatu kelompok itu belum tentu menghasilkan tim yang lebih cerdas.

Ternyata kecerdasan kolektif tim itu melampaui potensi-potensi individu para anggotanya hanya jika ada dinamika internal yang tepat. Pare peneliti tersebut menemukan bahwa yang dibutuhkan oleh sebuah kelompok untuk menjadi “cerdas” itu adalah koordinasi dan komunikasi yang efektif, dan yang paling berpeluang adalah kelompok-kelompok yang para anggotanya memiliki kecerdasan sosial yang lebih tinggi.

Bila suatu kelompok terdiri dari orang-orang yang lihai dalam mencerap dan menanggapi emosi orang lain, maka kelompok ini akan menghasilkan kecerdasan kolektif yang lebih tinggi dan kinerja yang lebih unggul. Sebaliknya, kelompok yang anggota-anggotanya saling bersaing untuk mendominasi percakapan dan pengambilan keputusan akan secara kolektif kurang cerdas dan kurang efektif.

Lantas, bagaimana Anda bisa memastikan bahwa tim Anda cerdas-sosial? Jawabnya sederhana: libatkan lebih banyak wanita [yang “feminin“]. Dalam penelitian tersebut, tim-tim yang terdiri dari lebih banyak perempuan ternyata jelas-jelas lebih cerdas-sosial daripada tim-tim yang mayoritasnya laki-laki.

The Corrs grace the stage at the Italian Festival di Sanremo, March 2002.

Jika Anda tidak mampu mengubah jenis kelamin anggota tim-tim Anda, tidak usah khawatir. Kecerdasan kolektif mereka dapat dikembangkan melalui kerjasama yang lebih “tenggang-rasa”. Caranya, antara lain, ciptakan peluang-peluang bagi setiap anggota tim untuk mengungkap perasaan mereka masing-masing, dan beri kesempatan kepada para anggota lain untuk menanggapinya. Sebisa mungkin, gunakan komunikasi tatapmuka. (Sebab, emosi itu sulit terbaca melalui telepon, dan hampir mustahil melalui email.) Bangunlah lingkungan kerja yang memahami dan menghargai perasaan para anggotanya, sehingga terciptalah tim yang lebih cerdas, lebih bahagia, dan lebih sukes!

——-
*Terjemahan dari Heidi Grant Halvorson, “Many Heads Can Be Better Than One… If They Belong to Women

diterjemahkan oleh Ma Sang Ji

 
 

Tag: , , , ,

15 responses to “Mengapa Pria Lebih Sukses Bila Menggandeng Wanita

  1. edhi su'

    25 September 2011 at 22:28

    heeeee, macem bimbingan conceling, laki ame wanite tu macam tgan kanan ame kiri, ceyennnnnnnnn

     
    • Ma Sang Ji

      26 September 2011 at 07:13

      Tangan kanan = pria, tangan kiri = wanita ? Ogah, ah!

       
  2. ajinatha

    26 September 2011 at 07:14

    Tulisan yang menarik….
    Kalau saya biasa mengatakannya kekuatan dalam kebersamaan itu karena adanya Sinergisitas yang memang solid…makanya terjadi sebuah keberhasilan yang bersifat kolektif…memasukkan unsur wanita dalam satu tim memang bagus, karena wanita lebih teliti dari laki-laki…

    mampir ya disini ; http://ajinatha.blogspot.com/2011/09/kata-kata-adalah.html

     
    • Ma Sang Ji

      26 September 2011 at 09:26

      Ya, begitulah. Wanita biasanya lebih memperhatikan detail, sehingga lebih teliti.

       
  3. noorhanilaksmi

    27 September 2011 at 04:18

    Pria kerap sebagai pemimpin dan bisanya pemimpin yang sukses dr diri pria tersebut dibaliknya ada support wanita yang luar biasa😉

     
  4. davitaholiceos

    28 September 2011 at 19:43

    oh, gitu ya kak, cewek lebih sosialis and cowok lebih ekonomis kan, xixixi

     
  5. cahyadi takariawan

    5 Oktober 2011 at 08:58

    ijin share ya mbak….

     
  6. Bambang Sutrisno

    5 Oktober 2011 at 12:06

    wanita dan pria berbeda, tapi perbedaan itu membuat mereka saling membutuhkan satu sama lain. pria butuh wanita dan wanita butuh pria.
    ada rencana bantah….?

     
    • Ma Sang Ji

      5 Oktober 2011 at 12:20

      Tiada rencana membantah. Saya setuju sepenuhnya.

       
  7. nassir

    5 Oktober 2011 at 14:36

    sepakat,,saya harus cari pacar sekarang juga… hhahahay

     
  8. Bundanya Fiqthiya

    5 Oktober 2011 at 22:38

    Sebelumnya perlu bimbingan seorang ibu supaya seseorang entah itu laki-laki atau perempuan untuk bisa berkiprah secara cerdas emosional-spiritual, di mana pun berada. Dan ibu sebagai guru pertama semua orang, seharusnya cerdas pula secara emosional dan spiritual. Bagaimana mungkin membentuk individu yg cerdas jika ibunya tdk cerdas?

    Maka seorang ibu harus selalu belajar utk meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya.
    Mudah2an ibu2 di Indonesia semakin sadar akan hal ini.

     
  9. Singgih Swasono

    5 Oktober 2011 at 23:59

    Itulah Indonesia Raya, pria wanita memadu keseimbangan jagat raya. bila tida ada salah satu (pria wanita) tidak ada alam semesta.

     
  10. Siti Swandari

    8 Oktober 2011 at 10:26

    Kayaknya laki2 dan wanita bukan tangan kiri dan tangan kanan, tapi seperti sepasang sayap seekor burung. Harus ada kerja sama yang seimbang sehingga burung itu bisa terbang menuju cita2-nya, tidak tabrak sana-sini atau malah nyungsep jatuh.

     
  11. Heritry

    9 Oktober 2011 at 21:40

    Ada sebuah pernyataan bahwa lelaki hanya punya otak, dan wanita hanya punya hati. Artinya, umumnya laki-laki memiliki logika yang lebih baik dibanding wanita, dan wanita memiliki perasaan yang jauh lebih kuat dibanding laki-laki. Laki-laki memiliki kecerdasan IQ, wanita memiliki kecerdasan ESQ. Di situlah letak perbedaan laki-laki dan wanita pada umumnya. Dan saat keduanya bekerjasama, akan dihasilkan kombinasi yang luar biasa.

     

Silakan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s