RSS

Bila Orang Madura Ditilang Polisi

29 Sep
Bila Orang Madura Ditilang Polisi

Ceritanya, seorang Madura naik motor di jalan raya. Karena terburu-buru, lampu merah dilewati juga. Tanpa disangka, ada polisi lalulintas yang melihat kelakuannya. Priiitt! Suara peluit polisi menghentikan laju motornya.

Polisinya membentak, ”Kenapa lampu merah masih jalan juga?! Mana SIM dan STNK?” Si Madura tidak menjawab, tapi mengeluarkan SIM dan STNK-nya. Namun polisinya tambah marah karena STNK-nya tidak sesuai dengan motor yang dikendarai. Begitu juga dengan SIM, itu bukan miliknya.

“Anda ini gimana sih? STNK dan SIM ini bukan milik Anda,” hardik sang polisi.

ditilang polisiTapi teman kita ini tak mau kalah, “Sampeyan ini gimana sih?! Wong saudara saya yang STNK dan SIM-nya saya pinjam saja tak marah, kenapa justru sampeyan yang marah-marah? Heran saya!”

***

Pada kesempatan lain, diceritakan juga bahwa ada seorang warga Madura ditilang oleh Polisi, karena naik sepeda motor tidak membawa SIM.

“Mana SIM Saudara?” tanya polisi. “Ini, Pak,” kata orang Madura itu sambil menunjukkan sebuah kartu. “Ini bukan SIM. Ini kartu anggota NU,” bentak sang polisi lagi. Banyak orang Madura lebih bangga membawa kartu anggota NU daripada membawa SIM.

“Oh, kartu itu tidak bisa jadi SIM ya, Pak? Ini ada SIM punya teman saya,” jawab orang Madura itu lagi. “Mengapa Anda naik sepeda motor memakai SIM orang lain? Anda telah melanggar. Anda akan ditilang!” hardik polisi itu lagi.

“Lho, kok marah? Saya dipinjami SIM ini secara sah oleh yang punya. Yang punya SIM saja tidak marah, masak sampeyan yang marah?” tanggap orang Madura itu lagi.

 
23 Komentar

Ditulis oleh pada 29 September 2011 in Hiburan, Humor, Menghibur

 

Tag: , ,

23 responses to “Bila Orang Madura Ditilang Polisi

  1. edhi su'

    29 September 2011 at 14:39

    heeeeee, sate mdureeeeee, sedap lhooooo, ceyennnnnnn

     
  2. Adelino Pereira

    30 September 2011 at 08:57

    idih…………Dasar orang madura selalu ingin menang sendiri.
    apa mereka pikir peraturan lalulintas itu di buat untuk di permainkan apa ?…..

     
    • Ma Sang Ji

      30 September 2011 at 09:49

      Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya.

      Lagian, namanya juga humor, boleh dong ingin menang sendiri.😉

       
    • daneil

      18 Agustus 2013 at 07:39

      SEMPRUL LOE TUYUL..ORNG HUMOR KOK NGEYEL😀

       
  3. judulki

    5 Oktober 2011 at 23:52

    sudahlah tak iye pak polisi jangan begitu tak iye saya ini orang madura tak iye nanti saya sate sampeyan tak iye.

     
  4. chen wen

    6 Oktober 2011 at 20:45

    Boleh-boleh aja kalo cuma sekali2…

     
  5. Siti Swandari

    10 Oktober 2011 at 15:04

    Tapi bener lho. orang Madura itu rajin banget bekerja, laki dan wanitanya, boleh ditiru .

     
  6. Qorri Aina

    28 Oktober 2011 at 04:47

    Kenapa tokohnya harus orang Madura? Apakah orang Madura sejelek itu dalam pandangan masyarakat luar? Saya kira itu hanya segelintir orang yang melakukan seperti itu. Suku lain pun juga pasti ada yang seperti itu. Ketika kita membuat suatu cerita atau apa pun namanya, janganlah kita menyinggung SARA. Mengapa saya bilang demikian? Karena saya sendiri adalah orang Madura yang patuh akan aturan lalulintas. Ketika saya baca ini, saya sedikit tersinggung dengan adanya kata “orang Madura”. Ini perasaan saya. Belum perasaan orang Madura lainnya. Perlu saya tekankan bahwa perasaan orang Madura sangatlah sensitif. Jadi, kita jaga Ke-bhineka-an kita,,, ^_^

     
    • Reason

      28 Oktober 2011 at 13:10

      Menyinggung SARA? Mmm…. Mari kita renungkan sebentar.

      Pandangan Anda, pandangan saya, dan pandangan penulis mungkin berlainan. Tapi Tuhan tentunya lebih tahu, bagaimana sebaiknya sikap kita. Saya harap, semoga kita mendapat petunjuk dari-Nya, agar kita lebih mendekati kebenaran dan kebaikan.

      Saya bisa merasakan apa yang dirasakan oleh saudari kita, Qorri Aina. Saya sepakat, penulis perlu berhati-hati untuk tidak menyinggung perasaan orang-orang lain, termasuk orang-orang Madura. Kalau memang orang-orang Madura merasa tersinggung dengan cerita pada artikel di atas, saya pun turut mengusulkan hendaknya artikel di atas itu disingkirkan dari hadapan kita.

      Kini, kita sudah mendengar suara seorang Madura bernama Qorri Aina yang merasa tersinggung dengan cerita tersebut. Bagaimana dengan suara orang-orang Madura lainnya?

      Untuk sampel, di forum Kabar Madura, dinyatakan, “Sudah sejak lama, sebagian orang Madura paling takut berurusan dengan polisi atau tentara. Kata mereka, tentara dan polisi menang senjata karena menggunakan pistol dan senapan yang berpeluru dibanding senjata mereka yang hanya celurit atau pisau. Namun ketakutan mereka kepada tentara dan polisi, memunculkan banyak cerita lucu.”

      Di situ pun dapat kita jumpai cerita-cerita lucu yang bertema sama dengan artikel di atas. Diantaranya ada di halaman “Humor Madura : Orang Madura, Tentara dan Polisi

      Cerita-cerita pada halaman tersebut mulai ditayangkan sejak tanggal 21 Desember 2008. Tapi sampai sekarang, belum ada tanggapan dari pembaca.

      Mungkin para pembaca, khususnya orang Madura, tidak merasa tersinggung. Tapi mungkin juga, mereka merasa tersinggung, tetapi diam saja.

      Menurut dugaan saya, berdasarkan sedikit pengalaman saya dalam berinteraksi dengan orang-orang Madura, sebagian besar orang Madura tidak terusik dengan cerita-cerita seperti itu. Namun sebagian kecil lainnya, yang minoritas, merasa tersinggung.

      Sungguhpun yang merasa tersinggung itu “hanya” minoritas, alangkah bijaknya bila penulis menghargainya. Alangkah eloknya kalau ada kata pengantar atau penutup dengan ungkapan permintaan maaf. Misalnya: “Cerita-cerita ini hanya dimaksudkan sebagai lelucon. Kami mohon maaf sekiranya ada pihak-pihak yang merasa tersinggung.

       
      • adlas

        20 Agustus 2014 at 07:48

        ajiiiiiiiiip l

         
    • Sofyan

      5 September 2012 at 21:29

      Contoh orang madura seperti anda sifatnya mudah tersinggung

      Humor lainnya sudah banyak mencatut suku Betawi, Batak, Minang, Papua, Ambon, Tionghoa apalagi Jawa dan Sunda sudah tidak terhitung lagi

      Biasa saja lah komentarnya gak usah tersinggung, saya sendiri dari suku Betawi

       
    • Bang Rakin

      27 Juni 2013 at 21:50

      Itu cuma cerita lucu2an kok bang, jangan diambil ati. Adi kok cerita2 lain versi batak, banyumasan, sunda ambon dan lainnya.

       
  7. anton suhendar

    10 Mei 2012 at 22:51

    saya ambil contoh; jika orang madura jualan, di tawar marah, gak jadi beli juga marah, ada lagi… naik ojek,… sebelum jalan sepakat 5 ribu ongkosnya, begitu nyampe jadi 7 ribu, alasan jauh….
    tolong sikap2 seperti ini di tinjau kembali… kalo emang sdh watak mau di rubah juga susah

     
  8. kandake klau

    14 Mei 2012 at 08:03

    jangan SARA yak, bener mbknya tuh, takutnya mereka tersinggung, kalau yang dibuat contoh orang jawa, mungkin sy jg bakal tersinggung,
    hm. . .dari pada bawa nama suku, kan masih bisa nggunain nama orang fiktif, lebih aman toh,🙂

     
  9. Frista

    15 September 2012 at 13:40

    hmmmm knapa ya banyak yang bilang gt…. calon suamiku juga orang Madura, tapi dy nggak spt itu… pnah q nanya knpa sih koq banyak banget yang hina orang Madura?? jwban dia simple aja, dimana2 mau di Jawa, di Sunda, di Betawi, di Makassar, di berbagai belahan dunia manapun namanya orang kalau dijahati/disakiti, pastinya marah… Q dulu jg smpat puny pndangan kyk gt, tp skrg q sadar bahwa itu smua salah…kluarga calon suami pembawaanya kalem2 semua…
    Dan apakah orang Madura itu menyebah clurit?? hmmmm saya rasa nggak, mereka tetap menyembah Tuhan YME sesuai dng kprcyaan masing2 koq…nah lalu knpa koq banyak yg punya clurit?? ya jelas, mayoritas masyarakat di sana selain melaut, juga bertani baik padi maupun tembakau. nah alat yg digunakan u/ menyiangi tnaman yg sudah panen jlas clurit/ arit donk…nggak mungkin pisau dapur…

    kalo kita kesana juga nggak bakal kita tiba2 dicarok atau diapain…carok itu kan juga timbul karena ada pemicunya..bukan tiba2 nyari ribut..intinya orang Madura itu nggak akan kasar kalo nggak dikasarin…makanya q masih heran knpa ada orang yang sebegitu takutnya dng orang Madura sampe nggak berani menginjakkan kaki di sana. Takut dari apanya coba??

    Ga selamanya suku “ini” itu orangnya kalem2, ga selamanya pula suku “itu” perawakannya keras…semua tergantung pribadi masing2 bung, nggak tergantung suku…jangan rasis…

     
  10. Edy Siswanto

    4 Februari 2013 at 12:00

    Ya, betul itu. Tidak semua orang Madura kasar, tempramental dsb. Smua itu tergantung kepribadiannya masing-masing. Saya mohon kepada suku Madura, tolong klo menulis artikel atau cerita apapun jika untuk dipublikasikan jangan sampai menyinggung suku lain, shg tdk menimbulkan sesuatu yg menimbulkan permusuhan. Saya atas nama orang Madura mohon maaf yg sebesar-besarnya apabila ada artikel atau sejenisnya yg dapat melukai perasaan Saudara. Dan perlu diketahui oleh pembaca, bahwa tidak semua orang Madura senang dengan perangai-perangai yang kurang bersahabat, arogan dan sejenisnya. Skali lagi kami mewakili org Madura degan kerendahan hati kami mohon maaf……

     
  11. sumarto

    25 Februari 2013 at 11:04

    colo’en rosak ngocak reng madureh temprament, pola keng terro tak perna arssae sanggarah arek yeh patek,,,

     
  12. Imron

    27 Maret 2013 at 13:07

    Saya stuju dengan saudri kandake klau, bahwa orang madura tdk semuanya tukang carok, krna org madura mlakukan itu ada sebabnya, dan mesalnya dari agama, bila orang asing masuk kemadura
    Jangan sekalì2 mengajak orang madura masuk ke agamanya itu, kalau agamanya bukuan islam, yang di bawa nabi Muhammad SAW, karena orang itu pasti berurusan dengan semua orang madura, kalau dirinya mau selamat, dan masih mau menetap dimaura

     
  13. Imron

    27 Maret 2013 at 13:13

    Saya stuju dengan saudri fista, bahwa orang madura tdk semuanya tukang carok, krna org madura mlakukan itu ada sebabnya, dan mesalnya dari agama, bila orang asing masuk kemadura
    Jangan sekalì2 mengajak orang madura masuk ke agamanya itu, kalau agamanya bukuan islam, yang di bawa nabi Muhammad SAW, karena orang itu pasti berurusan dengan semua orang madura, kalau dirinya mau selamat, dan masih mau menetap dimaura

     
  14. adi

    1 April 2013 at 00:46

    saya jg merasa tersinggung knp harus bawa nama2 suku apakan kalian tidak sadar kita di ciptakan memang berbeda-beda kalian yang anti madura sllu mencari kesalahan dari orang madura, kalian bilang kami kasar yang memulai bilang kasar siapa? Yang mengaku sku nya paling kalem kalian tch ngaca dlu sebelung ngomong apakah kalian benar apa sebalik nya

     
  15. adi

    1 April 2013 at 01:01

    mas ngca dlu sblum ngomong apakah mas sudah yng paling benar ta sampai menghina suku laen klo masih blum faham mungkin kau udang bukan manusia, saya minta mulai sekarang hargai orang laen

     
  16. daniel

    24 Juli 2013 at 17:49

    Uda, kalo mau buat cerita lucu tentang orang batak aja. Jgn lgi tentang madura nanti jadi tersinggung pula org itu. Horas!!!!

     
    • adlas

      20 Agustus 2014 at 07:54

      betul bang daniel. klo ga org sunda aja gpp sy kan org sunda.org sunda suka humor. nt klo org madura trs yg di bahas lama2 ngajak perang ha ha ha hah

       

Silakan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s