RSS

Membangun Akhlak Melalui Cerita Anak

29 Sep
Membangun Akhlak Melalui Cerita Anak

Saya sering menggali berbagai cernak (Cerita Anak) keseharian atau dongeng anak dari pengamatan terhadap tingkah laku anak-anak termasuk kedua puteri saya yang kerap menjadi nama tokoh dalam setiap cernak saya. Puteri yang pertama, Filza Azkiya, biasa dipanggil dengan Icha, sekarang berusia hampir 4 tahun. Sedangkan adiknya, Fayre Azkiya, biasa dipanggil Fay, umurnya sekarang hampir 2 tahun. Kedua puteri inilah yang kerap kali menginspirasi saya selaku bunda dalam menulis, demikian juga tulisan Cerita Anak yang ada di blog dumalana hampir semuanya tembus 1000 hits pembaca. Di dalam Cerita Anak itu, biasanya saya sisipkan pesan moral. (Lihat Blog Cerita Anak Noorhani Dyani Laksmi.)

Selain nama Icha dan Fay untuk tokoh yang protagonist ataupun antagonis, teman-teman bermain Icha dan Fay juga kerap menjadi sumber nama-nama dalam cernak saya. Dari sini, lahir 2 buku cerita anak yang saya persembahkan untuk anak-anak Indonesia.

membacakan dongeng cerita anakAnak adalah dunia yang penuh dengan kepolosan. Mereka, kata orang bijak, bagai kertas putih yang tergantung akan menjadi apa sesuai dengan coretan yang dituliskan oleh kedua orangtuanya.

Meluangkan waktu untuk membacakan berbagai cerita dan dongeng akan menjadi keasyikan bunda dan putera puterinya dalam menghabiskan waktu secara cerdas emosional dan berkualitas.

Saya yakin, setiap orang tua, terutama bunda yang bekerja seperti saya, yang tidak bisa selalu mendampingi mereka berdua setiap saat, pasti berharap bisa mendidik dan membangun akhlak yang baik buat mereka. Saya kadang iri dengan bunda yang bisa FTM (Full Time Mother). Siapa sih Bunda yang tidak ingin mendampingi putera-puterinya terus-menerus? Hanya saja, kita hidup selalu ada prioritas yang mengharuskan kita memilih.

Memenuhi hasrat hati, tulisan saya lebih banyak seputar Cerita Anak. Saya ingin lewat tulisan-tulisan ini mengalir transfer akhlak yang baik buat anak-anak dalam masa pertumbuhan jiwanya. Saya berharap persembahan kecil ini bisa bijaksana tanpa ada rasa menggurui. Semuanya tertuang dalam Cerita Anak dan Dongeng.

Jakarta, akhir September 2011 (di sela-sela kesibukan)

written by Noorhani Laksmi edited by Ma Sang Ji

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 29 September 2011 in Edukasi, Mendidik, Parenting

 

Tag: , ,

4 responses to “Membangun Akhlak Melalui Cerita Anak

  1. irhayati

    5 Oktober 2011 at 16:30

    dunia anak adalah dunia imaginasi tanpa batas. untuk itulah kita perlu mengarahkan dan mengisi imaginasi mereka ttg apa saja tanpa mengindahkan nilai-nilai moral di dalamnya. mengingat daya tangkap dan rekaman anak tentang segala hala sangat cepat dan kritis, maka sebagai orang tua kita dituntut untuk bisa memilihkan bahan bacaan dan dongeng yg patut di dengar anak yaitu dongeng dan bacaan yang mengandung nilai-nilai pendidikan moral dan kebenaran agar ketika diselipkan dalam cerita nilai2 ini bisa terserap dalam otak dan imaginasi mereka dengan baik. agar kelak dimasa mendatang akan lahir generasi2 yang baik dan bermutu secara akademis dan moral.

     
  2. irhayati

    5 Oktober 2011 at 16:43

    diharapkan juga melalu cerita, anak bisa lebih mempertajam emotional intelegensi dan spirituil intelegensi nya. bahwa dalam hidup perlu bersosialisasi dengan melihat nilai2 sprituil karena hdiupnya ini tujuan akhirnya adalah mendapat ridho allah di akhriat nanti. jadi tidak menghalalkan segala cara untuk memperoleh sesuatu

     
  3. Siti Swandari

    7 Oktober 2011 at 15:49

    Cerita anak memang manis sekali, tetapi kita juga harus mengarahkan mereka sedikit demi sedikit tentang realita hidup,sehingga dia nanti akan tumbuh dengan realitas yang ada disekelilingnya.
    Cerita2 tentang Cinderella, putri salju dan sejenisnya akan membuat anak terfokus akan datangnya sang pangeran tampan baik hati yang akan membuatnya bahagia selamanya.Hidup ini penuh perjuangan dan itu harus kita mulai sedari mereka dini.

     
  4. Icca Aldista Queensha

    25 Oktober 2011 at 18:12

    Tulisan ini sangat bermanfaat.
    Pantas saja akhlak saya kurang baik, mungkin selagi kecil saya sudah membaca bacaan yang kurang baik.

     

Silakan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s