RSS

Misteri Hantu Anak Kecil

29 Sep

”Mbak pernah ngalamin anak elu malam-malam kebangun terus nangis-nangis dan tatapan matanya seperti melihat sesuatu? Duh, aku mau memulai cerita udah merinding dulu nih…” sahabatku mbak Ririn mulai membuka tema perbincangan pulang kantor kali ini.

”Soalnya, dua hari yang lalu anakku Luna tiba-tiba terbangun…. Itu jam 12-an malam deh. Sehabis aku pulang nonton konsernya Kla, tiba-tiba Luna berbisik: Mami, Mami, Luna takut …”

imaginary-friend“Waduhhh, aku yakin niy anak pasti ngeliat apa-apa lagi. Soalnya, di keluargaku memang sebagian besar bisa ngeliat, Mbak. Aku sendiri dibilang punya bakat, tapi amit-amitlah. Aku gak mau belajar seperti sepupu-sepupu aku yang bisa liat dunia lain….” Mbak Ririn bercerita berapi-api.

”Terus, apa Mbak katanya yang dilihat?” aku ingin tahu.

“Mami, di pinggir kasur ada nenek sihir baju biru,” kata Luna. Mbak Ririn yang posisinya tidur bersampingan dengan Luna tidak berani menengok, hanya saja bulu kudu serasa berdiri semua.

”Aku bujukin saja ke Luna, ‘Sudah, Lun, gak usah dilihatin. Ayo bobo lagi!’ Untungnya Luna nurut, sebelumnya aku suruh baca doa dan bobo lagi.”

“Dulu waktu masih bayi, Luna kerap kali nangis pas rumah lama kita masih di Bogor kota.  Jadi ceritanya aku menempatin rumah papaku atau kakek Luna yang sebelumnya sempat dikontrakin sama orang lain. Luna waktu itu masih berumur 2 tahun. Setiap malam Luna selalu nangis terus dan tangannya nunjuk-nunjuk ke satu suatu arah. Sepertinya dia liat sesuatu yang ditakutin. Nangis, sampe terus lama-lama capai dan bobo lagi.”

Mbak Ririn meneruskan ceritanya kembali, ”Pernah juga lagi tengah malam, hujan rintik-rintik, tiba-tiba sepeda Luna di bawah jendela persis kamar Luna tidur berbunyi. Iiiih itu aku sudah merinding bukan main. Papa Luna menenangkan aku, kalau itu berbunyi bisa saja karena ‘kongslet’! Luna juga masih menangis keras-keras, dan aku tidak boleh kelihatan takut di depan Luna. Akhirnya, Luna aku bopong ke ruangan lain dan baru berhenti menangis.”

”Rumah Bogor kota dikontrakkan lagi. Terus, Luna 4 tahun aku pindah ke Bukit Golf. Waktu pertama menempati, aku sendiri malah yang melihat seperi bayangan, gerakannya cepet sekali. Terus Luna menjelang maghrib pernah bilang, ”Mami itu ada nenek-nenek di deket pintu.”

“Aku tengokin ternyata nggak ada.”

“Luna bener ngelihat nenek-nenek..?”

“Iya, Mami “

“Emang nenek-nenek itu seperti apa?“

”Ya seperti yang barusan lewat, rambutnya panjang putih dan jalannya bongkok, pake baju putih,” jawab Luna polos.

“Walah! gimana aku gak kaget, Mbak. Ternyata Luna bisa melihat di luar mata kita,” kata Mbak Ririn.

Cerita masih berlanjut dengan pengalaman keponakan mbak Ririn sendiri yang mempunyai teman bermain gaib.

Keponakan Mbak Ririn bernama Kania, ternyata setiap hari Kania selalu menyebut-nyebut anak perempuan bernama Rima.

Seakan-akan Rima itu ada dan selalu menemaninya, seperti saat Kania mandi sore.

”Mama … Mama… Rima boleh nggak ikutan mandi di sini? katanya Rima juga mau mandi bareng dengan Kania,” pinta Kania ke mamahnya.

Mama Kania sudah memahami bahwa Kania punya teman main dalam imajinasinya.

”O, boleh, boleh saja…”

”Asyiik. Ayo Rima lepas baju dulu.” Mama Kania menyaksikan putrinya seperti beneran melepas baju seseorang.

Mama Kania jadi berperan menganggap kalo Rima itu ada juga. Banyak kejadian yang membingungkan sebenarnya, tapi putrinya selalu ngotot untuk selalu berasama-sama Rima. Menurut Pakdhenya, memang ada yang ‘nempel’ dan hanya Kania yang bisa melihat.

Pernah suatu ketika mau pergi, Kania sudah ribut kalau si Rima mau ikutan pergi juga.

Di dalam mobil Kania memerintahkan,“Awas Mama geser,ini buat duduk Rima” menyuruh mamanya bergeser.

Terus, “Sini Rima kamu duduk deket aku.” Pinta Kania terhadap teman imajinernya.

Yang aneh ketika sehari Kania tidak menyebut Rima, mamanya bertanya,”Rima kemana Kan.?”

”Kania hari ini pulang Mah ke rumahnya, Rima ada acara jadi nggak bisa main ke sini hari ini,”  jawab Kania polos.

”Emang rumah Rima di mana? “

“……. (menyebutkan salah satu tanah pemakaman di Bogor, yang mama yakin bahwa Kania itu tidak pernah tahu nama tersebut dari siapa pun)”.

Mama Kania yakin bahwa Rima itu memang mahluk yang menempel menjadi teman main putrinya.

”Kania, wajah Rima kayak apa?”

”Rima cantik, Mama, apalagi kalau pakai bondu. Kania juga mau dibeliin bondu kayak Rima.”

Hmmm merinding nggak sih, kalau anak kita mengalami seperti Kania?

Dilanjutkan dengan pengalaman mengenai teman imaginer putra dari sahabatnya Mbak Olga, teman seperjalanan aku juga.

Namanya bunda Via, punya anak cowo namaya Dito.

Kerap kali bunda Via mendengar Dito bercerita serius, tertawa-tawa, terus teriak-teriak dan ngobrol dengan seseorang di kamarnya.

Setiap bundanya bertanya, “Dito ngobrol ama siapa?”

Ada Bun, temen Dito lucu deh… Kita main perang-perangan, robot-robotan.

CasperHingga suatu hari, Bundanya membelikan kaset DVD Serial Casper.

Pas diputar kaset DVD Caspernya, Dito teriak-teriak girang, ”Bunda, itu teman Dito. Kok dia masuk TV?”

Bunda Via langsung paham, ternyata teman Dito yang suka bercanda di kamarnya selama ini sejenis tuyul yang mirip Casper. Meskipun dalam cerita Casper hantu baik hati, tapi kan tetap membuat merinding bulu kuduk.

Sudirman – Bukit Golf, September 2011

ditulis oleh Noorhani Laksmi diedit oleh Ma Sang Ji

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada 29 September 2011 in Hiburan, Kisah Cantik, Menghibur

 

Tag: , , ,

8 responses to “Misteri Hantu Anak Kecil

  1. Ma Sang Ji

    29 September 2011 at 09:17

    Mbak Noor, artikelnya saya potong karena sudah terlalu panjang. Analisisnya dijadikan satu artikel tersendiri saja, ya!

     
    • noorhanilaksmi

      29 September 2011 at 23:42

      ok mbak Ma…🙂 nanti aku buat tersendiri…terima kasih

       
  2. riez

    29 September 2011 at 11:22

    Serem Juga ya kalo bisa liat-liat makhluk gaib

     
  3. pemudapemikir

    29 September 2011 at 11:22

    hati-hati salah memahami dunia ghaib jadi syiri’ dan hukumnya dosa besar…..

     
    • Ma Sang Ji

      29 September 2011 at 11:43

      @ pemudapemikir

      Bisa dijelaskan lebih lanjut, apakah salah paham = dosa besar ?

       
  4. edhi su'

    29 September 2011 at 12:30

    he, cmue tuu kluarge kuuuuuuuuuuu, kluarge cilumannnnnnnnnnn, ceyen

     
  5. Siti Swandari

    12 Oktober 2011 at 22:11

    Dunia kita sih katanya beda dengan dunia mereka. Kalau bisa sampai ketemu, ya, gimana, mungkin baik2-an aja, tidak saling ganggu.

     
  6. Elly San May

    23 Maret 2012 at 18:33

    Ih,ngeri bnget…
    Gw jd merinding nih,liat kelakuan anak yg pnya imajiner…

     

Silakan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s