RSS

Sisi Lain Akibat Bom Bunuh Diri Terhadap Keluarga Pelaku

29 Sep
Sisi Lain Akibat Bom Bunuh Diri Terhadap Keluarga Pelaku

Menunggu suhu-suhu yang maskulin, kok baru satu yang posting. Dengan agak kurang percaya diri, bolehlah peternak puyuh kirim artikel ini di sini, tapi tidak bicara puyuh. Cerita dari pengalaman pribadi, ingatan untuk dituliskan muncul setelah akhir-akhir ini ada peristiwa bom bunuh diri di Solo.

Topik ini sudah saya tulis di rumah saya yang tetanggaan dengan asianaclub, tapi saya tulis lagi. Semoga menjadi inspirasi, bahwa lingkaran efek pelaku bom bunuh, bisa sampai bahkan pada lingkup keluarga dengan hubungan “mantan” ipar. Apalagi pada keluarga yang berhubungan dekat, seperti orang tua. Bisa dibayangkan bagaimana sedih, duka, atau malah dikucilkan bisa menimpa. Mungkin pelaku bom bunuh diri Solo pun, sama saja keadaan pada keluarganya.

Cerita saya ini sebenarnya berkaitan erat juga dengan artikel bagaimana perasaan kasih sayang orang tua, terhadap anaknya yang kebetulan menjadi pelaku bom bunuh diri. Namun ini tentang saudara dianggap jauh, atau kalau boleh disebut “mantan saudara ipar”.

Demi melindungi narasumber utama, postingan ini tidak akan menyebut nama-nama, baik itu pelaku bom bunuh diri yang mana, maupun keluarganya. Tidak penting siapa-siapanya, tapi menekankan pada efek dari peristiwa bom bunuh diri terhadap keluarga, bahkan mantan keluarga pelaku.

Selepas kuliah, teman saya mendapatkan jodohnya. Setelah melangsungkan pernikahan beberapa tahun, karena satu dan lain hal, akhirnya terpaksa bercerai.

Beberapa lama setelah perceraian, muncul peristiwa bom bunuh diri di suatu tempat. Ternyata pelaku adalah saudara dari mantan istrinya.

Long Journey short lifeDiantara rasa ikut sedih dan duka atas peristiwa yang menimpa mantan keluarganya, semenjak pelaku bom bunuh diri itu ditemukan dan dipastikan identitasnya, teman saya merasa sangat tidak nyaman.

Entah hanya perasaan, atau memang benar-benar terjadi. Setiap gerak gerik aktivitas kehidupan, seperti ada pihak-pihak yang entah dari mana, selalu mengikuti, memantau, mengawasi, ke manapun dan di manapun teman saya pergi dan bekerja.

Memang lama kelamaan kegiatan-kegiatan itu redam sendiri, seiring dengan hilangnya di pemberitaan. Toh teman saya memang tidak ada kaitan aktivitas apapun dengan kegiatan pelaku bom bunuh diri itu. Walaupun dulu kenal dekat juga. Hanya saja sewaktu belum mengalami perceraian, biasa berinteraksi dengan pelaku, tapi beberapa kali bersilang pendapat alias tidak cocok mengenai paham ajaran, dll semacamnya.

Entah benar atau tidak, perasaan selalu ada yang memantau, mengawasi, dan mengikuti aktivitas gerak gerik teman saya itu sehari-hari, menjadi pelajaran, bahwa peristiwa bom bunuh diri, selain berakibat pada korban, juga berakibat pada keluarga (bahkan kalau boleh dianggap, termasuk mantan keluarga).

Apakah benar memang ada yang selalu memantau dan mengawasi teman saya itu? Jika benar, lantas oleh siapa? Untuk apa?

by M. ‘Arief B.

 

Tag: , , , , ,

5 responses to “Sisi Lain Akibat Bom Bunuh Diri Terhadap Keluarga Pelaku

  1. Ma Sang Ji

    29 September 2011 at 08:06

    Kasusnya mungkin agak aneh. Kok bisa, ya, pengaruhnya sebesar itu terhadap mantan ipar? Bagaimana pengaruhnya terhadap saudaranya sendiri (yang sudah cerai dengan si mantan ipar)?

     
  2. puyuhjaya

    29 September 2011 at 09:47

    Mungkin terjadi, Mbak Ma. Hubungan persaudaraan, teman dekat, mantan saudara, mantan teman dekat, minimal bisa menjadi celah sumber informasi. Sepertinya berlebihan.

    Tapi mungkin juga hanya perasaan yang muncul karena ketidak-nyamanan.
    Keadaan mantan istrinya? Bisa diperkirakan. Tidak berani menceritakan, terlalu dekat dengan pelaku.

     
  3. Siti Swandari

    8 Oktober 2011 at 21:26

    Kiranya lebih baik tenangkan diri saja, itu resiko kehidupan. Tidak perli paranoid jika memang tidak ada hubungannya dengan peristiwa itu.

     
  4. ghambertani

    7 Maret 2012 at 15:21

    Salam Kenal

     

Silakan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s