RSS

Usia 27 Sudah Berani Kuliah S3

01 Okt

Salah satu moto hidup saya, yaitu : tiada kata berhenti untuk belajar. Sepanjang hidup saya, sangat banyak waktu yang saya habiskan untuk belajar menuntut ilmu. Saat ini usia saya 28 tahun, sekarang saya sedang menuntut ilmu S3 di Universitas Indonesia (skrg ini semester 3). Jika orang-orang seusia saya sibuk mengejar karir atau berumah tangga, lain halnya dengan saya. Saya masih berstatus sebagai anak kuliah🙂. Saya mulai menuntut ilmu dari TK-SD-SMP-SMA-D3-S1-S2 tanpa jeda, saya lulus S2 pada usia 25 tahun. Banyak yang bertanya kepada saya : “apakah kamu tidak merasa lelah/capek  kuliah terus?”. Saya jawab : “Ada kalanya saya merasa lelah namun saya masih bersemangat untuk menyelesaikan kuliah saya”. Dari saya kecil, saya tidak pernah membayangkan kalo suatu hari nanti saya bisa kuliah sampai jenjang S3. Namun, takdir mempunya rencana indah untuk saya.

Ayah saya mempunyai tekad kuat untuk menyekolahkan anak-anaknya sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Ketika saya lulus D3 di IPB, saya melanjutkan kuliah extensi S1 di UGM.  Selesai sidang skripsi S1, ayah saya menawarkan ke saya kesempatan untuk kuliah S2 di UGM. Saya tidak pernah minta kuliah S2 namun ayah saya memberikan kesempatan kepada saya untuk kuliah S2. Dan ketika tawaran tersebut datang maka saya tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Kesempatan melanjutkan kuliah S2 saya ambil, dan saya mendaftar wisuda S1 dan pendaftaran masuk kuliah S2 pada hari yang sama. 2 minggu setelah wisuda S1 saya langsung masuk kuliah S2. Di angkatan S2 saya termasuk mahasiswi termuda di kelas. Sayapun berhasil lulus S2 dalam waktu 4 semester.

Setelah lulus S2, saya diterima bekerja di gedung rektorat Universitas Indonesia sebagai salah satu staf IT. Selama saya bekerja di tempat tersebut saya selalu belajar hal-hal baru. Saya bekerja disana selama 1 tahun 9 bulan. IT Universitas mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008, dan saya diangkat menjadi ketua ISO-nya. Padahal saya belajar ISO dari nol dan ketika saya berhenti kerja hingga saat ini belum ada ketua ISO baru di IT-UI.  Saya berhenti kerja karena [lagi-lagi] tawaran dari ayah saya kesempatan untuk kuliah S3. Saya berpikir berkali-kali sebelum mengambil tawaran tersebut, dan akhirnya tawaran tersebut saya ambil. Persyaratan untuk mendaftar S3 di Universitas Indonesia tentulah tidak mudah. Banyak formulir yang harus diisi, ada tes tertulis, kemudian presentasi penelitian yang akan dilakukan kedepannya. Alhamdulillah saya berhasil masuk dan menjadi mahasiswa S3 pada usia 27 tahun. Di angkatan S3 saya merupakan mahasiswi termuda🙂 .

Selama menjalani perkuliahan D3-S1-S2-S3 tentulah tidak selamanya mulus. Ada berbagai hambatan dan rintangan yang menemani perjalanan kuliah saya. Ada aja masalah yang menganggu dan mencoba menghalangi saya untuk bisa lulus tepat waktu. Pernah mengalami masalah komputer yang harus diservis berkali-kali, stack dengan koding, masalah asmara, pernah jatuh sakit dan memerlukan terapi khusus, masalah manajemen keuangan untuk biaya hidup (masa menjadi anak kost). Memang kiriman uang bulanan tidak pernah telat, tapi jumlah uang yang dikirim sangat pas-pas an untuk biaya hidup+biaya fotokopi buku. Meskipun ayahku membiayaiku kuliah hingga saat ini namun beliau tidak mengajarkan anak-anaknya hidup mewah dan berfoya-foya.

Semua hambatan yang saya rasakan tidak menjadikan saya lemah dan berputus asa dalam menyelesaikan kuliah saya. Jika ada yang bilang : “wah kamu bisa lulus karena kamu pintar”. Mendengar perkataan tersebut membuat saya tersenyum dan mengatakan : “saya tidak merasa pintar, makanya saya bersekolah lagi. Jika saya sudah pintar maka saya tidak akan bersekolah lagi”.   Ya, saya memang merasa tidak pintar. Saya lemah di pelajaran matematika, daya ingat saya lemah namun saya tidak berputus asa. Saya belajar keras selama saya kuliah, belajar dan belajar. Ketika saya menghadapi suatu masalah di dalam perkuliahan, saya akan bertanya kepada teman-teman kuliah. Ketika saya mengalami masalah berat dalam asmara maka saya mengalihkan pikiran saya ke urusan perkuliahan. Motto saya ketika saya kuliah di luar kota adalah “saya kesini untuk kuliah”. Ketika saya “down” dan pesimis–saya berusaha bangkit dan langsung teringat kedua orang tua saya, saya tidak ingin mengecewakan keluarga. Saya pernah mengalami kesulitan mencari referensi untuk topik skripsi dan tesis saya yang ketika itu topik tersebut belum pernah ada bahan referensinya di perpustakaan. Saya terus berusaha agar tidak gagal dan akhirnya saya berhasil lulus tepat waktu.

Selama saya kuliah, saya memang banyak menghabiskan waktu untuk belajar namun saya juga aktivitas lain yang bisa membuat pikiran saya menjadi “fresh”, diantaranya :
Adriana Sari

  • nyewa VCD film
  • nonton film di bioskop
  • hangout bersama teman-teman, sekedar cuci mata.
  • sesekali ke salon
  • ikut seminar-seminar gratis (untuk menambah pengetahuan)

Saya ingin berbagi tips kepada Anda yang sebagai mahasiswa atau staf/pegawai  dalam hal belajar/menuntut ilmu :

  • Belajar itu bisa dimana saja, kita bisa belajar hal-hal baru di tempat kerja atau di lingkungan kampus
  • Jika Anda minat/tertarik sesuatu hal maka pelajarilah dengan sungguh-sungguh, carilah referensi dari buku/internet mengenai hal tersebut. Tanpa minat maka Anda akan kesulitan untuk mempelajarinya.
  • Jangan pernah berputus asa, jika Anda menemui kesulitan maka percayalah “dibalik kesulitan pasti ada kemudahan”. Tentunya hal ini memerlukan kerja keras dan disiplin.
  • Jangan malu untuk bertanya/berdiskusi  kepada orang yang ahli/lebih tahu mengenai suatu hal/bidang yang sedang Anda pelajari. Lebih baik dianggap”bodoh” dengan banyak bertanya dibandingkan diam dan bingung sendiri. Diam tak selamanya Anda jika berhasil dalam suatu hal (misal : berhasil menyelesaikan tugas A, atau niltai semester ini tidak ada nilai C). Memberi “reward” tidak harus yang mahal namun bisa menyenangkan hati, misalnya : menyewa film, menonton film di bioskop, atau makan es krim favorit, dan lain sebagainya.
  • Ketika Anda berputus asa ingatlah akan hal-hal yang membuat Anda termotivasi untuk maju terus dan tidak pernah menyerah.
  • Jangan menghabiskan waktu 24 jam sehari selama seminggu hanya untuk belajar, Anda harus seimbangkan hidup Anda dengan bergaul dengan teman-teman Anda den bertemu dengan orang baru. Bertemu dengan orang baru bisa menambah relasi atau malah bisa menambah ilmu baru. Tak ada ruginya berteman dengan orang baru asalkan bisa pilih-pilih mana teman yang sesuai dengan “kriteria” Anda.
  • Buatlah jadwal/schedule belajar Anda, dan patuhi schedule tersebut. Itu akan melatih disiplin Anda dalam belajar.

Sekian tips dari saya, semoga bermanfaat . Semangat!!!!!

 

 

Tag: , , ,

106 responses to “Usia 27 Sudah Berani Kuliah S3

  1. Etika Nindira Youseva

    18 Agustus 2013 at 13:36

    Kakak, waktu tempuh s3 paling cepet tuh berapa tahun sih?

     
  2. Hanny Ibrahim

    23 Agustus 2013 at 10:38

    maaf mau tanya,kalau s2 kira” ditempuh berapa semester ya?soalnya setelah lulus s1 saya ada rencana melanjutkan s2.terimakasih🙂

     
  3. Hanny Ibrahim

    23 Agustus 2013 at 10:39

    maaf mau tanya,kalau s2 kira” ditempuh berapa semester ya?soalnya setelah lulus s1 saya ada rencana melanjutkan s2.terimakasih🙂

     
    • Sri Rahayu

      13 Agustus 2014 at 10:19

      rata2 S2 dapat ditempuh 2 tahun.

       
  4. sri rahayu

    4 Oktober 2013 at 00:05

    hebaaat muda dah S3…saya 36 baru mau daftar. semoga kuliahnya lancar ya mbak🙂

     
  5. abdulm

    7 Oktober 2013 at 12:17

    semangat mb,,, saya sepertinya mendapatkan rezeki seperti mb,, bisa melanjutkan S3 di Umur 22,, doakan semoga saya lancar menempuh pendidikan,,amiinnn

     
  6. ~Soilia Riyanti~ (@riy_yanti)

    8 Oktober 2013 at 14:02

    terinspirasi sekali,,,semoga bisa menyusul,,, AMIN AMIN YA ROBAL ALAMIN

     
  7. Mohammad Munir

    13 Oktober 2013 at 05:04

    luar biasa semangat belajarnya…

     
  8. jannah princess

    26 Oktober 2013 at 15:03

    salut….,tekad dan keyakinan yg kuat..””””sungguh beruntung”””trimaksih buat saran2 nya,smoga bermanfaat buat sya juga…,aminn.

     
  9. john wolo

    10 Januari 2014 at 17:31

    sukses….. maju… proficiat….

     
  10. Forever

    7 Juli 2014 at 22:00

    sukses ya mbak, smoga saya bisa seperti mbak
    bisa melanjutkan s3 di umur 27
    skrg saya lgi studi s2 walaupun bru semester 2
    hehehehe

     
  11. erna

    4 Agustus 2014 at 15:33

    semoga saya bisa menyusul s3🙂 meskipun bru masuk s2 .. terimakasih sangat memotivasi sekali

     
  12. Sri Rahayu

    13 Agustus 2014 at 10:18

    alhamdulillah tahun ini saya menyusul mba Anna.

     
  13. Ayah Muda

    9 September 2014 at 20:21

    Mnrt teman2,bgmn jika seorang istri&ibu dg anak balita berusia 8 bulan mengejar titel demi karir dosennya dan demi pengakuan masyarakat& tmn bhwa ia bisa meraih gelar doktor sblm usia 30thn,ini tjd pd istriku yg dg rela meninggalkan putra kami dengan susu formula&pembantu demi ambisinya.Istriku mmg cerdas,ia lulusan master double degree perancis,ia mengambil s3 saat hamil dan resikonya krn tll byk aktivitas mengajar,kursus,kuliah,anak kami lahir terlalu dini.Namun ia tetap pd pendiriannya utk lnjt s3,saran saya utk pending s3 sampai usia anak 2 thn ditolak keras.Entah apa yg dicarinya?materi,karir,pengakuan atau apa saya pun tak tahu,ia benar2 tdk merasa bersalah tlh mengorbankan anak kami demi ambisinya.Ia mampu mendidik mahasiswanya,tapi ia tak mampu merawat,menyusui,mendidik anak kami.Mgkn diluar ia hebat krn lulusan DD LN tapi dirumah nilainya NOL BESAR!Aku tdk iri dg keberhasilan istri&aku mendukungnya,hanya saja aku ingin istriku lbh cerdas dan bijaksana mengambil keputusan terpenting.

     
    • Hamba Allah

      13 Desember 2014 at 13:10

      Semoga Tuhan memberi pertolongan kepada ayah muda, memang saya lebih beruntung. istri saya menyelesaikan s2 nya melepaskan kewajibannya sebagai istri yg bijak dan tetap memberi asi kepada anak kami. dan kita dia tidak mau melanjutkan ke s3. biar lah s3nya untuk anak-anak katanya. dan sekarang saya juga telah menyelesaikan s2 saya. terus lah berdoa nanti juga berubah..

       
  14. Hendriyawan GeryWoles Nasution

    8 Oktober 2014 at 11:41

    wah hebat, saya saluttt sekali pada anda,, berarti kedudukan kita sekarang sama donk yaitu S3 umur saya sekarang sudah masuk 22 tahun, pada tahun 2011 saya sudah lulus S3 yaitu: SD,SMP & SMA. gimana, saya hebat kan,,,Heheheee

     
  15. Hamba Allah

    13 Desember 2014 at 12:47

    Hebat…… saya umur 37 tahun baru selesai tamat S2,. sekarang malah tidak berani lagi mau melanjut ke S3. Mohon doakan ya mbak, biar ada keberanian untuk S3.

     
  16. andi

    30 Maret 2015 at 21:19

    salam kenal mbak.. maaf saya baru tamat s2.. rencana mau lanjut s3 UI, bole minta referensi pembimbing untuk penelitian dan apa saja yang harus dilengkapi..
    mohon kirim ke email ya mbak.. di andirais.data@gmail.com

     
  17. el

    24 April 2015 at 06:16

    Wah mba beruntung ya ortu masih mau membiayai🙂 . Saya wanita juga, 24 tahun, masih kuliah smt 1 S2 di UI dengan biaya sendiri, benar2 dengan gaji sendiri. Kuliahanya malam, paginya kerja. Kalo ditanya kenapa gak ambil beasiswa, alasan saya kebanyakan beasiswa ke luar negri. Sedangkan d ortu gak kasih izin ke luar negri jika saya blm nikah (doain ya semoga segera nikah, hihihi). Kedua, ada sih yg buat dalam negri, tapi sumber beasiswanya itu dari hasil usaha yang kehalaalnnya saya ragu, dan takut berimbas pada kurangnya keberkahan atas ilmu yang saya peroleh. Oleh karena itu saya coba membiayai diri sendiri dan yakin Tuhan akan mencukupi semua kebutuhan hidup saya meski gaji saya sebagian besar dialokasikan untuk kepeperluan kuliah.

    Untuk S3, karena saya ‘gagal’ kuliah di luar negri, saya ingin menikah dulu lalu bareng suami kuliah S3 ke luar negri. Aamiin..🙂

     
  18. khairiyah

    10 Mei 2015 at 07:08

    Mba, sya sngt salut dg pengalaman2 mba dan komentar2 yg diatas . bhwa kita harus ingat tujuan utama jdi wlpun ad sesuatu yg menghambat dri maslah asmara, materi ataupun lainnya msih akn ingt tjuan kita. sya juga salah stu cewk yang kayak mba wlpun sya masih s2. dan semuga bisa smpe s3

     
  19. Raden Panji Henggar Prawiratama

    5 Juni 2015 at 01:52

    Hampir sama spt anda, sy lulus S1 di usia 23th dgn IPK 3,15, S2 di usia 25th dgn IPK 3,62, selama kuliah saya tidak pernah membayar alias beasiswa , maklum krn orang tua tidak mampu, sy punya cita2 tinggi walaupun orang tua pas2an, skr usia sy 30th, ingin melanjutkan S3 dgn uang sendiri (dari penghasilan kerja sendiri tentunya). Sepertinya anda lbh beruntung krn orang tua anda tergolong mampu dan berkecukupan utk membiayai kuliah anda.

     
  20. Nyon'Q Crembo. Jr

    7 Mei 2016 at 00:46

    Makasih infonya, bisa tanya2 tentang study S3 nya ? Makasih

     

Silakan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s