RSS

Anak-anak itu Dicekam Ketakutan

03 Okt

Anak-anak itu, resah, gelisah, dan senantiasa dicekam ketakutan. Sejarah yang telah tertoreh adalah sejarah darah. Penyerangan demi penyerangan terjadi. Rumah-rumah terbakar, demikian pula rumah-rumah ibadah!

Anak-anak itu bingung. Tidak tahu mengapa keluarga dan masyarakat mereka bisa dianggap sebagai musuh. Dianggap halal darahnya. Dianggap akan mendapat pahala besar bila sudah bisa dijagal. Padahal, sehari-hari kehidupan berjalan seperti masyarakat pada umumnya. Hanya keyakinan yang dimiliki, dianggap salah.

A Glimpse of My World by Dennis BautistaAnak-anak itu, entah sudah berapa kali. Mengungsi dari satu tempat ke tempat lain. Selalu saja bernasib sama. Siapakah yang peduli dengan anak-anak itu? Siapa?

Lihatlah, mereka menggigil, menutup mata-pun takut. Takut tertidur ketika bencana penuh aroma darah kembali datang. Mimpi-mimpi terasa cuma khayalan. karena Mimpi terasa telah pergi pula.

Dan kau di situ? Sedang apa? Menikmati derita atau bahkan tak tampak apa-apa?

Yogya, 30 Juli 2010

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 3 Oktober 2011 in Aktual, Kemanusiaan, Sejarah & Peradaban

 

Tag: , ,

2 responses to “Anak-anak itu Dicekam Ketakutan

  1. edhi su'

    4 Oktober 2011 at 00:37

    he, nak mati ajekok bingunggg, ceyennnnn

     
  2. Siti Swandari

    7 Oktober 2011 at 10:49

    Pengertian dan perdamaian yang akan menghilangkan prasangka itu semua.

     

Silakan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s