RSS

Dalam Sebuah Closet

03 Okt

Setiap hari Marina seperti biasa jam 06.30 sudah sampai kantor, dan hari ini ternyata jalanan lancar sekali. Mobil jemputan yang biasa mengantarkan dia ke kantor jalan tanpa hambatan sedikitpun Cibubur ke Jakarta Pusat hanya di tempuh dalam waktu 30 menit, waktu yang cukup spectacular di tengah kepadatan kota Jakarta yang kian hari semakin macet.

Pernah Marina kesiangan sehingga ditinggal mobil jemputan kompleks perumahannya, terpaksa dia berlarian mengejar bus . Hanya selisih 15 menit dari biasa dia berangkat, ternyata dia harus sampai kantor jam 09.00. Selisih 15 menit efek yang timbul sampai kantornya sangat telat. Keterlambatatan 15 menit dari rutinitas dibayar kemacetan 2 jam.

Memang tol dalam kota selisih dalam hitungan menit menjadi  kemacetan yang meriah. Makanya Marina benar-benar memperhitungkan jam keberangkatan. Dia lebih memilih untuk menunggu mulai jam kerja kantornya jam 08.00 dari pada bermacet ria di jalanan yang akan berbuntut Surat Peringatan karena terlambat ngantor.

“Hmmm masih jam 6.15, wah enakan duduk-duduk di toilet dulu sambil baca buku The Secreet – Rhonda Byrne yang baru pinjam dari Jonsen nih,” pikir Marina.

Menjadi suatu kebiasaan Marina, setiap kali datang pasti yang dituju adalah toilet.

Dari 5 toliet yang ada, Marina paling nyaman duduk di salah satu closet urutan  nomor 2 dari ujung. Karena toilet terujung dari awal masuk ke gedung baru ini masih berlabel Under Construction.

Setiap hari Marina jadi asyik dengan kebiasaannya  stay on the office closet every morning.

Di sini Marina menemukan segala cerita dan gosip. Berita paling dahsyat pernah Marina dengar hampir 6 bulan lalu ketika Bianca, wanita cantik sexy yang tidak pernah puas jatuh dari satu pelukan ke pelukan pria lain bercurhat pada sohibnya Vanela.

“Van tebak, long week end kemarin aku habisin dengan siapa hayoo? “ kata Bianca riang di suatu Senin.

 “Yah siapa lagi kalo bukan gebetan elu, Mr Bram.”

 Dalam pikiran Marina “ Yah Mr Bram ah itu sih bukan gosip lagi. Memang sudah kerap kali Bianca kepergok jalan bareng dengan Mr Bram,” salah satu Manager Sales, nggak cakep sih tapi tajir. Pastinya Bianca kuras habis tuh ATM dan kartu kredit. Marina geli sendiri masih sambil pasang kuping tajam.

“Bukan Van, you know lah … pria yang cool dan sedang aku incar kan.” Bianca senyum sumringah.

 “Maksud lho, gua kalah taruhan Ca…”

 “Yoi, lunch kemana kita hari ini?”

Waduh lelaki itu siapa ya, terbesit dalam pikiran Marina.

Tidak perlu menunggu dalam hitungan menit, tretetet….. meluncur satu nama dari bibir Vanela…”Psst Mr Ramon.”(dalam bayangan Marina, pasti Vanela menutup mulutnya dengan tangan dan mata terbelalak).

“Wah akhirnya Si Mr yang  cool itu terjerat juga dengan rayuanmu Ca, wuiihhh hebat!”

Marina di closet ikutan ternganga-nganga,”Wah dasar laki-laki, hmmm memang si Mr Ramon handsome banget , aih gimana istrinya bila tau dia affair sama salah satu staff nya .”

“Udah yuk, aku mau nyiapin tele conference darling papi Ramon dulu ya say,” kata Bianca genit.

 “Papii….busyet dah Ca” timpal Vanela.

“Yup!Van bayar taruhan kamu di Kenny Rogers aja yach, sudah lama aku nggak makan di sana.”

Marina membayangkan tampang Vanela yang keki kalah taruhan.

Memang harus Marina akui meskipun Bianca sudah punya anak 1, tapi body nya sangat terjaga, pastinya bukan sudah rahasia umum Bianca terkenal suka melakukan affair di sana-sini. Untuk budget  vermak body nya  pasti dari profesi sampingannya yang menghasilkan uang lebih banyak dibandingkan gaji dia terima perbulan.

Di pagi ini

Wow surprise, toilet paling ujung yang selama ini  selalu berlabel Under Construction di depan pintunya ternyata sudah siap beroperasi. Hampir setahun, perusaahaan Marina  pindah gedung. Sebuah gedung bilangan Sudirman. Dari awal kedatangan toilet pojok yang Marina  idam-idamkan untuk tempat menghabiskan waktu sampai dimulainya jam kerja akhirnya bisa dipakai.

Setiap pagi berdiam diri di dalam toilet menjadi kebiasan Marina. Marina selalu datang paling pagi, Office Boy aja kalah! Bukan mau mencuri start apalagi ambisius, tapi seperti yang di ungkapkan sebelumnya! Dari pada ribut berurusan dengan HRD mendingan ngalahin datang awal daripada surat SP ditangan!

Jadilah rutinitas Marina yang tidak diketahui teman-teman kantornya, suka nongkrong lama-lama di closet sambil baca buku novel yang menjadi hobby nya.

Pastinya keasyikan tersendiri buat Marina, apalagi kalau tanpa sengaja nguping ada gosip-gosip affair, promosi, resign bahkan sampai curhatan antara teman-teman kantor yang sudah menikah dan punya anak. Dari nguping curhatan anak sakit, bertengkar suami atau  HOD (Head Office Department) yang resign menjadikan Marina up date berita seputar kantor.

“Nggak ada salahnya nih kalau aku yang pertama kali menjadi orang pertama pemakai toilet baru. Iseng sebelum masuk ke toilet baru Marina mengambil tulisan Under Construction yang ada di tempat sampah di pasang di depan pintu, biar aman pikirnya!

Terbesit dalam pikiran Marina, “Hari ini bakalan ada gosip apa ya?” sembari mulai membuka Kumcer Cinta Dalam Stoples sebuah Kumpulan Cerpen tentang cinta, kehidupan, dan persahabatan yang royalty nya akan disumbangkan ke dana kemanusiaan.

Hampir satu jam kemudian…

“Prak…prak…” terdengar agak gaduh.  Berlanjut “Hoeekk…hoek….ghhhh, aduh nggak enak banget Van…” suara Bianca serak.

“Ca mendingan kamu jujur saja ke Rodi, gimanapun dia suami kamu.”

“Aku takut Rodi menceraikan aku.”“Hmm pasti si Bianca hamil nih, siapa lagi kalau bukan dengan Mr Ramon.” Duga Marina, semakin menajamkan telinga.

“Ca, kok bisa sih kamu nggak nge-jaga. Kamu kaya perawan aja yang bego gituan! Pakai kondom kek! Atau apalah yang sering elu ajarin!” Vanela sahabatnya ikutan panik.

“Aduuhh Van, Vino beda dengan para om-om yang aku tidurin, yang mau jaga keharmonisan keluarganya juga! Vino brownis yang penasaran, aku wanita pertama yang jadi pengalaman dia bercinta ..OON, pokoknya liar banget!..dan bodohnya aku larut aja dengan permainan ini!” bela Bianca

“Dasar gila lu Ca, gak om-om aja yang elu embat, Vino tuh cuma karyawan baru…setahuku dia pacar siapa tuh anak IT  yang kutu buku!  Emang dia mau tanggung jawab ama kehamilan kamu! Trus mana bisa kamu hidup sama anak bau kencur yang belum punya apa-apa!” tretetetet ocehan Vanela nerocos seperti kereta api.

Tiba-tiba…

“Gubrakkkkkkkk…..” terdengar suara benda jatuh ditoilet masih berlabel Under Construction.

Bianca dan Vanela, terlongo-longo.

Marina mendadak pusing dan tidak kuat menyangga badannya, percakapan yang barusan didengar adalah sebuah fakta yang harus diterima kalau Vino lelaki yang telah menjadi kekasihnya hampir 5 tahun sedari kuliah, terpisah sesaat karena kantor yang berbeda. Sekarang bersatu dalam kantor yang sama walau beda devisi  ternyata memang telah jatuh kepelukan Bianca. OMG setelah Marina menyerahkan yang teristimewa semalam kepadanya.

 

Tag: , ,

8 responses to “Dalam Sebuah Closet

  1. Ma Sang Ji

    3 Oktober 2011 at 04:40

    Akhir ceritanya mengejutkan, menjadi dayatarik tersendiri bagi cerpen ini.

     
  2. teganeng Sutrisno

    5 Oktober 2011 at 11:17

    haeiiiii parah ya?
    tenang aja nanti mr.gak jelas yang mau tanggung jawab tuh
    eth… cerita yang terakhir bagus juga…
    terus berkarya…

     
  3. Bambang Sutrisno

    5 Oktober 2011 at 11:22

    haeiiiii parah ya?
    tenang aja nanti mr.gak jelas yang mau tanggung jawab tuh
    eth… cerita yang terakhir bagus juga…
    terus berkarya…

     
  4. Diaz

    5 Oktober 2011 at 14:45

    waaahh ternyata hasil nguping setiap hari malah berakhir jd sakit hati..hiks..hiks..

     
  5. Siti Aisyah

    5 Oktober 2011 at 15:39

    Seru… Endingnya mengejutkan😉

     
  6. acik

    5 Oktober 2011 at 19:31

    ending yang begitu mengejutkan. sungguh malang nasib marina. pasti sanag kecewa dan menyakitkan….

     
  7. Siti Swandari

    7 Oktober 2011 at 16:16

    Hasil nguping dan hobby satu itu bikin sedih, rubah aja. Tapi ceritanya asyik juga kok.

     
  8. bayu

    2 Juni 2013 at 11:17

    mantap……

     

Silakan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s