RSS

Arsip Penulis: M. Arief B. Gunung Kidul

Tentang M. Arief B. Gunung Kidul

[ Blognya Orang Desa ] Sejenak Menapak Riuhnya Dunia Maya ]

Pantai ini khusus bagi yang sudah dewasa?

Pantai ini khusus bagi yang sudah dewasa?

Cerita tentang pantai khusus dewasa berikut ini mungkin hanyalah kisah lama. Tapi tidak mengapa ditulis ulang. Mudah-mudahan tidak repost. Mohon maaf, saya tidak copy-paste. Hanya berdasar cerita warung kopi alias iseng, dari mulut ke mulut, jaman dulu.

Pada suatu hari masuk musim liburan, sebuah keluarga dengan dua anak-anak seusia TK dan SD kelas awal, bermain ke pantai. Pantai itu sebenarnya terkenal dengan ombaknya yang ganas dan sering memakan korban.

Sang bapak dengan leluasa bermain-main, mandi berenang, bahkan jauh dari pinggir pantai. Tentu saja anak-anaknya yang masih kecil-kecil ingin ikut berenang seperti ayahnya. Lantas mereka meminta pada sang ibu: “Ibu… Ibu… Boleh ya kami ikut berenang seperti bapak?”

Sang ibu menjawab: “Oh, kalian tidak boleh..! Duduk di sini saja”.

Ipanema-Beach-brasil

Anak-anak setengah protes bertanya lagi ke sang ibu: “Yaaa… Kenapa tidak boleh? Apa karena kami masih kecil, Buuu”.

Dengan kalem si ibu menjawab: “Bukan karena kalian masih kecil, tapi karena Bapak sudah diasuransikan….”

Anak-anak: [melongo]

by M. ‘Arief B.

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 30 September 2011 in Hiburan, Humor, Menghibur

 

Tag: , , ,

Sisi Lain Akibat Bom Bunuh Diri Terhadap Keluarga Pelaku

Sisi Lain Akibat Bom Bunuh Diri Terhadap Keluarga Pelaku

Menunggu suhu-suhu yang maskulin, kok baru satu yang posting. Dengan agak kurang percaya diri, bolehlah peternak puyuh kirim artikel ini di sini, tapi tidak bicara puyuh. Cerita dari pengalaman pribadi, ingatan untuk dituliskan muncul setelah akhir-akhir ini ada peristiwa bom bunuh diri di Solo.

Topik ini sudah saya tulis di rumah saya yang tetanggaan dengan asianaclub, tapi saya tulis lagi. Semoga menjadi inspirasi, bahwa lingkaran efek pelaku bom bunuh, bisa sampai bahkan pada lingkup keluarga dengan hubungan “mantan” ipar. Apalagi pada keluarga yang berhubungan dekat, seperti orang tua. Bisa dibayangkan bagaimana sedih, duka, atau malah dikucilkan bisa menimpa. Mungkin pelaku bom bunuh diri Solo pun, sama saja keadaan pada keluarganya.

Read the rest of this entry »

 

Tag: , , , , ,

Jurus Menggaet Cewek ala Mahasiswa Jogja

Jurus Menggaet Cewek ala Mahasiswa Jogja

Kehidupan waktu jadi mahasiswa kost di Jogja dulu menyisakan banyak cerita. Diantaranya cerita yang berkaitan dengan cewek. Maklumlah, namanya juga kost cowok. Ngomongin cewek termasuk jadi agenda harian.

Beberapa petak rumah dari kost kami adalah kost cewek. Seperti ada kekuatan magnet yang tidak kentara, ada saja diantara temen kost cowok yang mengarahkan serangannya ke kost cewek tersebut. Salah satunya sebut saja namanya Dadap.

Perawakan Dadap terbilang lumayan. Apalagi jika sudah nongkrong di sepeda motor kesayangannya, Honda jenis sport. Menambah nilai dari penampilan si Dadap.

Suatu saat, kost cewek yang saya sebutkan tadi bertambah satu penghuni baru. Sebut saja namanya Putri. Entah kabar itu dari mana asalnya, tapi kami semua penghuni kost cowok bisa tau ada pendatang baru di sana.

Dadap yang masih jomblo pernah sekali melihat Putri lewat. Daerah kost kami memang dekat dengan sebuah kampus, jadi sebagian cukup berjalan kaki, termasuk Putri.
Melihat Putri, ternyata Dadap kesengsem. Dengan penuh kepercayaan diri meniru semboyan Vini Vidi Vici, Dadap berucap dengan semangat: “Aku lihat, aku pikat, aku dapat…”

jurus menggaet cewek ala mahasiswa di Tamansari JogjaSore harinya Dadap sudah mulai bergerilya pdkt. Kadang dari kampus belum tentu langsung ke kost, tapi mampir dulu ke tempat Putri. Itu jika Putri sedang tidak pergi. Jika sedang tidak ada, yang penting Dadap sudah kelihatan mencari. Mungkin maksudnya untuk mencari perhatian.

Minggu demi minggu belum menampakkan hasilnya. Sebenarnya si Dadap ini sudah sukses atau belum nembak si Putri? Kami jadi bertanya-tanya juga. Penasaran.

Sampai suatu saat kami lihat wajah Dadap tidak seperti biasanya yang ceria. Kali ini kusam, kuyu, sedih, dan keliatan gelap. Ada apakah? Sebenarnya kami sudah curiga, ini ada hubungannya dengan Putri.

Setelah agak lama waktu berselang, barulah kami berani menanyakan. Ada apakah gerangan? Siapa tau ada masalah lain yang mengganggu pikiran Dadap.

Ternyata benar tebakan kami. Si Dadap sudah ditolak oleh Putri. Duh, kasian.
Begini Dadap menjawab tanya kami: “Kalah saingan, dul. Rivalku apel pakai BMW. Malah sudah diajak-ajak pergi juga.”

sepeda motor bebek merahOh, pantesan kalah, saingannya pakai BMW.

Selidik punya selidik akhirnya kami memang beberapa kali liat Putri lewat depan kost kami bersama cowok. Tapi kok dibonceng sepeda motor? Malah sepeda motornya yang dua tak, sudah kategori lawas.

“Apa itu cowoknya?” Kami bertanya ke Dadap.

“Iya.” Jawab Dadap dengan masih sedikit lesu.

“Lho, katanya pakai BMW?” Kami bertanya lagi ke Dadap.

Lalu Dadap menjawab dengan setengah berteriak: “Iya, pakai BMW…. Bebek Merah Warnanya!!!”

Ooooo….

by M. ‘Arief B.

 

Tag: , , , ,