RSS

Arsip Kategori: Bermanfaat

Jadilah Pribadi yang Percaya Diri

Pernahkah Anda merasa tidak percaya diri? Saya teringat percakapan dengan salah seorang teman saya, Cynthia. Cynthia merupakan sosok wanita yang serba bisa dengan penuh percaya diri. Berteman dengannya sungguh menambah wawasan pertemanan saya.  Saya pernah menanyakan kepadanya mengenai “resep” menumbuhkan rasa percaya dirinya. Dengan senang hati, dia memberikan tips kepada saya yang juga bisa Anda terapkan untuk meningkatkan rasa percaya diri. Untuk menambah rasa percaya diri, Anda tidaklah harus menggunakan barang yang bermerk atau yang mahal. Berikut ini beberapa tips yang saya peroleh dari teman saya :

  1. Tanamkan pikiran positif dalam diriAnda
  2. Pandangilah wajah Anda di cermin dan katakan pada diri Anda sendiri kalau Anda cantik/tampan
  3. Semua yang ada dalam tubuh Anda patut Anda syukuri, entah itu kulit yang putih/sawo matang/hitam  atau badan yang langsing/tidak langsing.
  4. Jangan iri melihat kelebihan orang lain, cobalah lihat dalam diri Anda sendiri pastinya Anda memiliki kelebihan/keunikan yang tidak dimiliki oleh orang lain.
  5. Tuliskan dalam secarik kertas dan tuliskan kelebihan/keunikan yang Anda miliki, tulislah sebanyak-banyaknya. Jika Anda dapat menuliskan kelebihan/keunikan Anda maka Anda dapat mengenali diri Anda sebagai pribadi yang unik.
  6. Jangan terlalu menghiraukan pendapat orang lain yang sering meng-underestimate Anda. Jangan biarkan orang lain dengan mudah menghancurkan rasa percaya diri yang ada di dalam diri Anda. Anda adalah Anda, jangan meniru kepribadian orang lain.
  7. Kembangkanlah kepribadian Anda untuk diri Anda sendiri, bukan demi orang lain.
  8. Tetaplah bersyukur kepada Tuhan, dan selalu rendah hati.

Setelah mencoba tips diatas, saya menjadi lebih percaya diri. Apakah Anda ingin mencoba tips diatas ? Semoga artikel ini bermanfaat :-).

Gambar diambil dari google

Iklan
 

Tag:

Tak Tega Aku Merayumu

Gadisku….Siapa pun kamu!

Sungguh aku tak pandai merayu

Mengobral kata-kata indah yang palsu

Hanya demi untuk dapat mencumbuimu

Terlalu….

Namun mengapa justru kamu suka itu

Kata-kata yang membuatmu terbuai

Mabuk kepayang, melayang

Dalam manisnya kata tersembunyi racun

Aku tak tega melakukan padamu

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 8 Oktober 2011 in Bermanfaat, Komunikasi, Pria-Wanita

 

Hiii… Teroris muncul lagi di Kompasiana

Belum sebulan, teroris bergentayangan di media komunikasi Kompasiana. (Lihat “Awas! Ada Teroris di Kompasiana“). Siang tadi, Ma Sang Ji melaporkan: “Lagi-lagi seorang teroris muncul kembali di Kompasiana dengan identitas baru. Kali ini yang diserang adalah akun A Sia Na di Kompasiana. Semua artikel kita [mengenai blogging] dia teror dengan spam komentar.”

Read the rest of this entry »

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 6 Oktober 2011 in Bermanfaat, Komunikasi, Media

 

Tag: , ,

Mengelola Kesepian

Adalah Ma Sang Ji, seorang (atau seekor?) perawan siluman yang dipuji sekaligus dibenci. Saya baru mengenalnya ketika ia hadir memberikan komen pada tulisan saya soal “Menikmati Pekerjaan”.

Setelah itu ia tak lagi pernah hadir dalam lapak saya, namun tiba-tiba saja saya dikejutkan oleh sebuah artikelnya yang cukup heboh soal “Cewek Cantik Cari Jodoh” dengan se “abrek” syarat dan prasyarat yang tidak menarik bagi saya. Saya tinggalkan komen di sana, “Sang Ji…. Saya doakan saja semoga sukses..!”

Lalu dia balas komen saya, “Kenapa mbak ? Tidak tertarik dengan saya? Apa saya kurang cantik?”

Read the rest of this entry »

 

Tag: ,

Mengapa Pria Lebih Sukses Bila Menggandeng Wanita

Mengapa Pria Lebih Sukses Bila Menggandeng Wanita

Di tempat kerja modern, hampir semua usaha melibatkan tim-tim kecil. Namun bahkan jika orang-orang yang sangat cerdas dan sangat berbakat bekerja bersama dalam suatu proyek, jelas bahwa tim ini bisa saja menjadi malapetaka dahsyat. Kadang-kadang tim ini seperti berubah menjadi sekumpulan orang-orang pandir yang kekanak-kanakan. Apakah lebih baik melepaskan harapan terhadap tim dan lebih bersandar pada kemampuan individual belaka?

Tidak perlu. Tim-tim itu bisa lebih cerdas dan lebih efektif daripada individu-individu anggotanya. Sinergi mereka itu sungguh lebih besar dan lebih baik daripada sekadar kumpulan bagian-bagiannya, asalkan berada dalam keadaan yang tepat.

Suatu riset yang baru-baru ini diselenggarakan oleh sejumlah peneliti di MIT, Carnegie Mellon, dan Union College menunjukkan bahwa kecerdasan kolektif suatu kelompok kecil yang bekerja sama secara khas itu berperan pula dalam kinerja mereka pada berbagai tugas yang beraneka-macam. Dalam penelitian tersebut, hampir 700 orang ditempatkan dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari 2 sampai 5 orang. Orang-orang yang mampu menyelesaikan masalah sebagai sebuah tim ternyata bisa diprediksi bahwa mereka akan sukses pula dalam berbagai tugas, seperti negosiasi dan analisis logis.

Kecerdasan rata-rata para anggota tim (yang diukur berdasarkan kecerdasan individual) tidaklah mencerminkan kinerja tim sama sekali. Dengan kata lain, sekadar mengumpulkan orang-orang cerdas dalam suatu kelompok itu belum tentu menghasilkan tim yang lebih cerdas.

Ternyata kecerdasan kolektif tim itu melampaui potensi-potensi individu para anggotanya hanya jika ada dinamika internal yang tepat. Pare peneliti tersebut menemukan bahwa yang dibutuhkan oleh sebuah kelompok untuk menjadi “cerdas” itu adalah koordinasi dan komunikasi yang efektif, dan yang paling berpeluang adalah kelompok-kelompok yang para anggotanya memiliki kecerdasan sosial yang lebih tinggi.

Bila suatu kelompok terdiri dari orang-orang yang lihai dalam mencerap dan menanggapi emosi orang lain, maka kelompok ini akan menghasilkan kecerdasan kolektif yang lebih tinggi dan kinerja yang lebih unggul. Sebaliknya, kelompok yang anggota-anggotanya saling bersaing untuk mendominasi percakapan dan pengambilan keputusan akan secara kolektif kurang cerdas dan kurang efektif.

Lantas, bagaimana Anda bisa memastikan bahwa tim Anda cerdas-sosial? Jawabnya sederhana: libatkan lebih banyak wanita [yang “feminin“]. Dalam penelitian tersebut, tim-tim yang terdiri dari lebih banyak perempuan ternyata jelas-jelas lebih cerdas-sosial daripada tim-tim yang mayoritasnya laki-laki.

The Corrs grace the stage at the Italian Festival di Sanremo, March 2002.

Jika Anda tidak mampu mengubah jenis kelamin anggota tim-tim Anda, tidak usah khawatir. Kecerdasan kolektif mereka dapat dikembangkan melalui kerjasama yang lebih “tenggang-rasa”. Caranya, antara lain, ciptakan peluang-peluang bagi setiap anggota tim untuk mengungkap perasaan mereka masing-masing, dan beri kesempatan kepada para anggota lain untuk menanggapinya. Sebisa mungkin, gunakan komunikasi tatapmuka. (Sebab, emosi itu sulit terbaca melalui telepon, dan hampir mustahil melalui email.) Bangunlah lingkungan kerja yang memahami dan menghargai perasaan para anggotanya, sehingga terciptalah tim yang lebih cerdas, lebih bahagia, dan lebih sukes!

——-
*Terjemahan dari Heidi Grant Halvorson, “Many Heads Can Be Better Than One… If They Belong to Women

diterjemahkan oleh Ma Sang Ji

 
 

Tag: , , , ,

Lebih Nyaman Nikmati Pro-Kontra

Sebagai seorang karyawati dan ibu 2 puteri, saya banyak berinterkasi dengan berbagai orang. Dalam dunia kerja kerap menuntut untuk lebih banyak bersikap profesional dan sabar karena kita tidak bisa mendikte mereka untuk menurut kemauan kita. Juga dalam bertetangga, berteman kita juga tidak bisa memaksakan aturan main yang dianggap nyaman buat pribadi. Sebagai personil A Sia Na, juga tidak bisa kita memaksakan orang untuk suka. Pasti pro dan kontra datang, secara face to face menyatakan ketidaksukaan atau pun secara tidak langsung.

Read the rest of this entry »

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada 24 September 2011 in Antarpribadi, Bermanfaat, Komunikasi

 

Tag: , , ,

Semut Pun Bunuh Diri?

Semut Pun Bunuh Diri?

Ruang kerja saya di lantai lima sebuah bangunan yang cukup tinggi. Setiap hari, “menteri urusan dapur” yang biasa kami panggil Mister H (baca: Eij) menyediakan secangkir kopi plus air putih di gelas besar air minum 1,5 liter saya supaya tidak mondar-mandir ke dapur hanya untuk mengambil air minum. Si gelas besar air putih itu biasa bertengger di dekat dinding yang berdampingan dengan rak buku. Pada sore hari, di sisa airnya itu sudah mengapung segerombolan semut-semut kecil coklat muda. Entah bagaimana, mereka melakukan perjalanannya, hingga bisa kompak “bunuh diri” di gelas air saya itu.

Read the rest of this entry »

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 23 September 2011 in Bermanfaat, Lingkungan Alam, Nyaman

 

Tag: , ,