RSS

Arsip Kategori: Manajemen Bisnis

Mengapa Pria Lebih Sukses Bila Menggandeng Wanita

Mengapa Pria Lebih Sukses Bila Menggandeng Wanita

Di tempat kerja modern, hampir semua usaha melibatkan tim-tim kecil. Namun bahkan jika orang-orang yang sangat cerdas dan sangat berbakat bekerja bersama dalam suatu proyek, jelas bahwa tim ini bisa saja menjadi malapetaka dahsyat. Kadang-kadang tim ini seperti berubah menjadi sekumpulan orang-orang pandir yang kekanak-kanakan. Apakah lebih baik melepaskan harapan terhadap tim dan lebih bersandar pada kemampuan individual belaka?

Tidak perlu. Tim-tim itu bisa lebih cerdas dan lebih efektif daripada individu-individu anggotanya. Sinergi mereka itu sungguh lebih besar dan lebih baik daripada sekadar kumpulan bagian-bagiannya, asalkan berada dalam keadaan yang tepat.

Suatu riset yang baru-baru ini diselenggarakan oleh sejumlah peneliti di MIT, Carnegie Mellon, dan Union College menunjukkan bahwa kecerdasan kolektif suatu kelompok kecil yang bekerja sama secara khas itu berperan pula dalam kinerja mereka pada berbagai tugas yang beraneka-macam. Dalam penelitian tersebut, hampir 700 orang ditempatkan dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari 2 sampai 5 orang. Orang-orang yang mampu menyelesaikan masalah sebagai sebuah tim ternyata bisa diprediksi bahwa mereka akan sukses pula dalam berbagai tugas, seperti negosiasi dan analisis logis.

Kecerdasan rata-rata para anggota tim (yang diukur berdasarkan kecerdasan individual) tidaklah mencerminkan kinerja tim sama sekali. Dengan kata lain, sekadar mengumpulkan orang-orang cerdas dalam suatu kelompok itu belum tentu menghasilkan tim yang lebih cerdas.

Ternyata kecerdasan kolektif tim itu melampaui potensi-potensi individu para anggotanya hanya jika ada dinamika internal yang tepat. Pare peneliti tersebut menemukan bahwa yang dibutuhkan oleh sebuah kelompok untuk menjadi “cerdas” itu adalah koordinasi dan komunikasi yang efektif, dan yang paling berpeluang adalah kelompok-kelompok yang para anggotanya memiliki kecerdasan sosial yang lebih tinggi.

Bila suatu kelompok terdiri dari orang-orang yang lihai dalam mencerap dan menanggapi emosi orang lain, maka kelompok ini akan menghasilkan kecerdasan kolektif yang lebih tinggi dan kinerja yang lebih unggul. Sebaliknya, kelompok yang anggota-anggotanya saling bersaing untuk mendominasi percakapan dan pengambilan keputusan akan secara kolektif kurang cerdas dan kurang efektif.

Lantas, bagaimana Anda bisa memastikan bahwa tim Anda cerdas-sosial? Jawabnya sederhana: libatkan lebih banyak wanita [yang “feminin“]. Dalam penelitian tersebut, tim-tim yang terdiri dari lebih banyak perempuan ternyata jelas-jelas lebih cerdas-sosial daripada tim-tim yang mayoritasnya laki-laki.

The Corrs grace the stage at the Italian Festival di Sanremo, March 2002.

Jika Anda tidak mampu mengubah jenis kelamin anggota tim-tim Anda, tidak usah khawatir. Kecerdasan kolektif mereka dapat dikembangkan melalui kerjasama yang lebih “tenggang-rasa”. Caranya, antara lain, ciptakan peluang-peluang bagi setiap anggota tim untuk mengungkap perasaan mereka masing-masing, dan beri kesempatan kepada para anggota lain untuk menanggapinya. Sebisa mungkin, gunakan komunikasi tatapmuka. (Sebab, emosi itu sulit terbaca melalui telepon, dan hampir mustahil melalui email.) Bangunlah lingkungan kerja yang memahami dan menghargai perasaan para anggotanya, sehingga terciptalah tim yang lebih cerdas, lebih bahagia, dan lebih sukes!

——-
*Terjemahan dari Heidi Grant Halvorson, “Many Heads Can Be Better Than One… If They Belong to Women

diterjemahkan oleh Ma Sang Ji

Iklan
 
 

Tag: , , , ,