RSS

Arsip Kategori: Bacaan Remaja

Jadilah Pribadi yang Percaya Diri

Pernahkah Anda merasa tidak percaya diri? Saya teringat percakapan dengan salah seorang teman saya, Cynthia. Cynthia merupakan sosok wanita yang serba bisa dengan penuh percaya diri. Berteman dengannya sungguh menambah wawasan pertemanan saya.  Saya pernah menanyakan kepadanya mengenai “resep” menumbuhkan rasa percaya dirinya. Dengan senang hati, dia memberikan tips kepada saya yang juga bisa Anda terapkan untuk meningkatkan rasa percaya diri. Untuk menambah rasa percaya diri, Anda tidaklah harus menggunakan barang yang bermerk atau yang mahal. Berikut ini beberapa tips yang saya peroleh dari teman saya :

  1. Tanamkan pikiran positif dalam diriAnda
  2. Pandangilah wajah Anda di cermin dan katakan pada diri Anda sendiri kalau Anda cantik/tampan
  3. Semua yang ada dalam tubuh Anda patut Anda syukuri, entah itu kulit yang putih/sawo matang/hitam  atau badan yang langsing/tidak langsing.
  4. Jangan iri melihat kelebihan orang lain, cobalah lihat dalam diri Anda sendiri pastinya Anda memiliki kelebihan/keunikan yang tidak dimiliki oleh orang lain.
  5. Tuliskan dalam secarik kertas dan tuliskan kelebihan/keunikan yang Anda miliki, tulislah sebanyak-banyaknya. Jika Anda dapat menuliskan kelebihan/keunikan Anda maka Anda dapat mengenali diri Anda sebagai pribadi yang unik.
  6. Jangan terlalu menghiraukan pendapat orang lain yang sering meng-underestimate Anda. Jangan biarkan orang lain dengan mudah menghancurkan rasa percaya diri yang ada di dalam diri Anda. Anda adalah Anda, jangan meniru kepribadian orang lain.
  7. Kembangkanlah kepribadian Anda untuk diri Anda sendiri, bukan demi orang lain.
  8. Tetaplah bersyukur kepada Tuhan, dan selalu rendah hati.

Setelah mencoba tips diatas, saya menjadi lebih percaya diri. Apakah Anda ingin mencoba tips diatas ? Semoga artikel ini bermanfaat :-).

Gambar diambil dari google

Iklan
 

Tag:

Usia 27 Sudah Berani Kuliah S3

Salah satu moto hidup saya, yaitu : tiada kata berhenti untuk belajar. Sepanjang hidup saya, sangat banyak waktu yang saya habiskan untuk belajar menuntut ilmu. Saat ini usia saya 28 tahun, sekarang saya sedang menuntut ilmu S3 di Universitas Indonesia (skrg ini semester 3). Jika orang-orang seusia saya sibuk mengejar karir atau berumah tangga, lain halnya dengan saya. Saya masih berstatus sebagai anak kuliah :-). Saya mulai menuntut ilmu dari TK-SD-SMP-SMA-D3-S1-S2 tanpa jeda, saya lulus S2 pada usia 25 tahun. Banyak yang bertanya kepada saya : “apakah kamu tidak merasa lelah/capek  kuliah terus?”. Saya jawab : “Ada kalanya saya merasa lelah namun saya masih bersemangat untuk menyelesaikan kuliah saya”. Dari saya kecil, saya tidak pernah membayangkan kalo suatu hari nanti saya bisa kuliah sampai jenjang S3. Namun, takdir mempunya rencana indah untuk saya.

Ayah saya mempunyai tekad kuat untuk menyekolahkan anak-anaknya sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Ketika saya lulus D3 di IPB, saya melanjutkan kuliah extensi S1 di UGM.  Selesai sidang skripsi S1, ayah saya menawarkan ke saya kesempatan untuk kuliah S2 di UGM. Saya tidak pernah minta kuliah S2 namun ayah saya memberikan kesempatan kepada saya untuk kuliah S2. Dan ketika tawaran tersebut datang maka saya tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Kesempatan melanjutkan kuliah S2 saya ambil, dan saya mendaftar wisuda S1 dan pendaftaran masuk kuliah S2 pada hari yang sama. 2 minggu setelah wisuda S1 saya langsung masuk kuliah S2. Di angkatan S2 saya termasuk mahasiswi termuda di kelas. Sayapun berhasil lulus S2 dalam waktu 4 semester.

Setelah lulus S2, saya diterima bekerja di gedung rektorat Universitas Indonesia sebagai salah satu staf IT. Selama saya bekerja di tempat tersebut saya selalu belajar hal-hal baru. Saya bekerja disana selama 1 tahun 9 bulan. IT Universitas mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008, dan saya diangkat menjadi ketua ISO-nya. Padahal saya belajar ISO dari nol dan ketika saya berhenti kerja hingga saat ini belum ada ketua ISO baru di IT-UI.  Saya berhenti kerja karena [lagi-lagi] tawaran dari ayah saya kesempatan untuk kuliah S3. Saya berpikir berkali-kali sebelum mengambil tawaran tersebut, dan akhirnya tawaran tersebut saya ambil. Persyaratan untuk mendaftar S3 di Universitas Indonesia tentulah tidak mudah. Banyak formulir yang harus diisi, ada tes tertulis, kemudian presentasi penelitian yang akan dilakukan kedepannya. Alhamdulillah saya berhasil masuk dan menjadi mahasiswa S3 pada usia 27 tahun. Di angkatan S3 saya merupakan mahasiswi termuda 🙂 .

Selama menjalani perkuliahan D3-S1-S2-S3 tentulah tidak selamanya mulus. Ada berbagai hambatan dan rintangan yang menemani perjalanan kuliah saya. Ada aja masalah yang menganggu dan mencoba menghalangi saya untuk bisa lulus tepat waktu. Pernah mengalami masalah komputer yang harus diservis berkali-kali, stack dengan koding, masalah asmara, pernah jatuh sakit dan memerlukan terapi khusus, masalah manajemen keuangan untuk biaya hidup (masa menjadi anak kost). Memang kiriman uang bulanan tidak pernah telat, tapi jumlah uang yang dikirim sangat pas-pas an untuk biaya hidup+biaya fotokopi buku. Meskipun ayahku membiayaiku kuliah hingga saat ini namun beliau tidak mengajarkan anak-anaknya hidup mewah dan berfoya-foya.

Semua hambatan yang saya rasakan tidak menjadikan saya lemah dan berputus asa dalam menyelesaikan kuliah saya. Jika ada yang bilang : “wah kamu bisa lulus karena kamu pintar”. Mendengar perkataan tersebut membuat saya tersenyum dan mengatakan : “saya tidak merasa pintar, makanya saya bersekolah lagi. Jika saya sudah pintar maka saya tidak akan bersekolah lagi”.   Ya, saya memang merasa tidak pintar. Saya lemah di pelajaran matematika, daya ingat saya lemah namun saya tidak berputus asa. Saya belajar keras selama saya kuliah, belajar dan belajar. Ketika saya menghadapi suatu masalah di dalam perkuliahan, saya akan bertanya kepada teman-teman kuliah. Ketika saya mengalami masalah berat dalam asmara maka saya mengalihkan pikiran saya ke urusan perkuliahan. Motto saya ketika saya kuliah di luar kota adalah “saya kesini untuk kuliah”. Ketika saya “down” dan pesimis–saya berusaha bangkit dan langsung teringat kedua orang tua saya, saya tidak ingin mengecewakan keluarga. Saya pernah mengalami kesulitan mencari referensi untuk topik skripsi dan tesis saya yang ketika itu topik tersebut belum pernah ada bahan referensinya di perpustakaan. Saya terus berusaha agar tidak gagal dan akhirnya saya berhasil lulus tepat waktu.

Selama saya kuliah, saya memang banyak menghabiskan waktu untuk belajar namun saya juga aktivitas lain yang bisa membuat pikiran saya menjadi “fresh”, diantaranya :
Adriana Sari

  • nyewa VCD film
  • nonton film di bioskop
  • hangout bersama teman-teman, sekedar cuci mata.
  • sesekali ke salon
  • ikut seminar-seminar gratis (untuk menambah pengetahuan)

Saya ingin berbagi tips kepada Anda yang sebagai mahasiswa atau staf/pegawai  dalam hal belajar/menuntut ilmu :

  • Belajar itu bisa dimana saja, kita bisa belajar hal-hal baru di tempat kerja atau di lingkungan kampus
  • Jika Anda minat/tertarik sesuatu hal maka pelajarilah dengan sungguh-sungguh, carilah referensi dari buku/internet mengenai hal tersebut. Tanpa minat maka Anda akan kesulitan untuk mempelajarinya.
  • Jangan pernah berputus asa, jika Anda menemui kesulitan maka percayalah “dibalik kesulitan pasti ada kemudahan”. Tentunya hal ini memerlukan kerja keras dan disiplin.
  • Jangan malu untuk bertanya/berdiskusi  kepada orang yang ahli/lebih tahu mengenai suatu hal/bidang yang sedang Anda pelajari. Lebih baik dianggap”bodoh” dengan banyak bertanya dibandingkan diam dan bingung sendiri. Diam tak selamanya Anda jika berhasil dalam suatu hal (misal : berhasil menyelesaikan tugas A, atau niltai semester ini tidak ada nilai C). Memberi “reward” tidak harus yang mahal namun bisa menyenangkan hati, misalnya : menyewa film, menonton film di bioskop, atau makan es krim favorit, dan lain sebagainya.
  • Ketika Anda berputus asa ingatlah akan hal-hal yang membuat Anda termotivasi untuk maju terus dan tidak pernah menyerah.
  • Jangan menghabiskan waktu 24 jam sehari selama seminggu hanya untuk belajar, Anda harus seimbangkan hidup Anda dengan bergaul dengan teman-teman Anda den bertemu dengan orang baru. Bertemu dengan orang baru bisa menambah relasi atau malah bisa menambah ilmu baru. Tak ada ruginya berteman dengan orang baru asalkan bisa pilih-pilih mana teman yang sesuai dengan “kriteria” Anda.
  • Buatlah jadwal/schedule belajar Anda, dan patuhi schedule tersebut. Itu akan melatih disiplin Anda dalam belajar.

Sekian tips dari saya, semoga bermanfaat . Semangat!!!!!

 

 

Tag: , , ,

Jurus Menggaet Cewek ala Mahasiswa Jogja

Jurus Menggaet Cewek ala Mahasiswa Jogja

Kehidupan waktu jadi mahasiswa kost di Jogja dulu menyisakan banyak cerita. Diantaranya cerita yang berkaitan dengan cewek. Maklumlah, namanya juga kost cowok. Ngomongin cewek termasuk jadi agenda harian.

Beberapa petak rumah dari kost kami adalah kost cewek. Seperti ada kekuatan magnet yang tidak kentara, ada saja diantara temen kost cowok yang mengarahkan serangannya ke kost cewek tersebut. Salah satunya sebut saja namanya Dadap.

Perawakan Dadap terbilang lumayan. Apalagi jika sudah nongkrong di sepeda motor kesayangannya, Honda jenis sport. Menambah nilai dari penampilan si Dadap.

Suatu saat, kost cewek yang saya sebutkan tadi bertambah satu penghuni baru. Sebut saja namanya Putri. Entah kabar itu dari mana asalnya, tapi kami semua penghuni kost cowok bisa tau ada pendatang baru di sana.

Dadap yang masih jomblo pernah sekali melihat Putri lewat. Daerah kost kami memang dekat dengan sebuah kampus, jadi sebagian cukup berjalan kaki, termasuk Putri.
Melihat Putri, ternyata Dadap kesengsem. Dengan penuh kepercayaan diri meniru semboyan Vini Vidi Vici, Dadap berucap dengan semangat: “Aku lihat, aku pikat, aku dapat…”

jurus menggaet cewek ala mahasiswa di Tamansari JogjaSore harinya Dadap sudah mulai bergerilya pdkt. Kadang dari kampus belum tentu langsung ke kost, tapi mampir dulu ke tempat Putri. Itu jika Putri sedang tidak pergi. Jika sedang tidak ada, yang penting Dadap sudah kelihatan mencari. Mungkin maksudnya untuk mencari perhatian.

Minggu demi minggu belum menampakkan hasilnya. Sebenarnya si Dadap ini sudah sukses atau belum nembak si Putri? Kami jadi bertanya-tanya juga. Penasaran.

Sampai suatu saat kami lihat wajah Dadap tidak seperti biasanya yang ceria. Kali ini kusam, kuyu, sedih, dan keliatan gelap. Ada apakah? Sebenarnya kami sudah curiga, ini ada hubungannya dengan Putri.

Setelah agak lama waktu berselang, barulah kami berani menanyakan. Ada apakah gerangan? Siapa tau ada masalah lain yang mengganggu pikiran Dadap.

Ternyata benar tebakan kami. Si Dadap sudah ditolak oleh Putri. Duh, kasian.
Begini Dadap menjawab tanya kami: “Kalah saingan, dul. Rivalku apel pakai BMW. Malah sudah diajak-ajak pergi juga.”

sepeda motor bebek merahOh, pantesan kalah, saingannya pakai BMW.

Selidik punya selidik akhirnya kami memang beberapa kali liat Putri lewat depan kost kami bersama cowok. Tapi kok dibonceng sepeda motor? Malah sepeda motornya yang dua tak, sudah kategori lawas.

“Apa itu cowoknya?” Kami bertanya ke Dadap.

“Iya.” Jawab Dadap dengan masih sedikit lesu.

“Lho, katanya pakai BMW?” Kami bertanya lagi ke Dadap.

Lalu Dadap menjawab dengan setengah berteriak: “Iya, pakai BMW…. Bebek Merah Warnanya!!!”

Ooooo….

by M. ‘Arief B.

 

Tag: , , , ,

Jangan Sering Ganti Pacar! Bahaya!!

Jangan Sering Ganti Pacar! Bahaya!!

Banyak sekali orang melakukan gonta-ganti pacar selama hidupnya. Itu kadang mereka lakukan dengan alasan klasik, “mencari yang terbaik”. Itu normal dan sangat wajar dilakukan. Dalam hidup, kita memang dituntut untuk mencari yang terbaik. Tetapi jika anda merasa tidak bisa hidup tanpa pacaran, sehingga setelah putus langsung menjalin hubungan kembali dan itu terjadi terus-menerus, tentu ini bukan hal yang baik.

Putus dengan si Ani, pacaran dengan si Anu. Putus dengan si, Anu, pacaran lagi dengan si Ana. Begitu terus dan seterusnya, gonta ganti. Nggak suka ini, ganti. Nggak suka itu, ganti. Wadowwww!

couples_sillouette

Setiap orang, termasuk saya, tentu ingin sekali dapat menemukan pasangan yang terbaik demi masa depan. Tetapi, tentu tidak dengan menjadi “seorang The Kencan Series“. Menjalin hubungan hanya karena merasa tidak tahan dengan status lajang, nggak kuat kalo jomblo, justru bisa membawa kekecewaan lebih dalam. Ada beberapa bahaya yang dapat timbul akibat sering gonta-ganti pacar.

1. Rasa Kecewa Yang Berulang-Ulang

Orang yang sering gonta-ganti pacar akan cenderung mengalami rasa kecewa. Setiap kali dia pisah dengan sang pacar tentu akan mengalami kekecewaan. Ini membuat dia akan cenderung menghabiskan waktunya dalam kekecewaan. Hal ini karena mereka tidak dapat menemukan kebahagiaan sendiri, tapi mengandalkan orang lain untuk mendapatkan kebahagiaan. Mungkin terdengar klise, tetapi sumber kebahagiaan sebenarnya berasal dari dalam diri kita sendiri. Melihat pasangan sebagai sumber kebahagiaan hanya akan menimbulkan rasa sakit. Sebab, apa yang mereka lakukan tak akan pernah terasa cukup.

2. Hilang Kemandirian

The Kencan Series, akan segera mencari pasangan pengganti secepatnya setelah putus. Ini disebabkan dia selalu mengandalkan orang lain dalam segala aktivitasnya, seperti menemani belanja, menjemputnya, dan melakukan banyak hal. Disadari atau tidak, ini bukan pacaran sehat. Sebab, kebiasaan tersebut menghilangkan sifat mandiri dari diri seorang yang sering gonta-ganti pacar itu. Lama-kelamaan, orang itu semakin terjebak dalam rasa cengeng, menjadi pribadi yang manja dan egois.

3. Buang Waktu Percuma

Menikmati atau menjalin hubungan demi untuk menghindari kesendirian kadang dianggap sebagai suatu solusi yang tepat. Tetapi ini tidak berlaku bagi The Kencan Series, karena waktu akan banyak terbuang untuk menjalin suatu hubungan yang buntu dan tidak jelas ke mana arahnya. Padahal, mungkin bisa saja ada kesempatan untuk menjalin hubungan yang serius untuk mendapatkan pasangan yang sesuai dengan yang kita harapkan. Tapi karena hubungan yang dilakoni sendiri itu tidak jelas, kesempatan itu pun akan berlalu begitu saja.

4. Stempel Negatif

Stigma buruk dari lingkungan sekitar, ini yang paling mengkhawatirkan. Adat ketimuran kita kadang memandang orang yang sering gonta-ganti pasangan sebagai orang yang kurang baik. Padahal ini anggapan yang kurang tepat, apabila seseorang tersebut menjalaninya dalam suasana hubungan yang positif dengan memperhatikan batas dan etika. Seorang cewek yang sering gonta-ganti pasangan akan dikatakan dengan ungkapan yang cukup ekstrem, “sudah bonyok tu, pacarnya banyak!” atau seorang cowok dia akan dengan mudah dicap sebagai seorang “Penjahat Kelamin”.

*Pembelajaran*

Butuh waktu dan kerja keras untuk menemukan pasangan yang tepat dalam hidup kita. Tampilkan diri menjadi pribadi yang menyenangkan, berikan yang terbaik dalam hal apa pun sesuai dengan kecakapan dan kemampuan kita masing-masing. Jangan memanipulasi apapun untuk sesuatu yang tidak dan belum jelas. Pencarian terbaik adalah membiarkan diri ditemukan. Ketika baru putus dan ingin mencari yang baru kemudian bertemu, jangan terburu-buru! Pastikan apakah dia baik atau tidak untuk kita. Kalau dia memang bukan orang yang tepat buat kita, katakan tanpa beban padanya “Kita temenan aja yukk!”

====

Inspirasi : Obrolan Bunga Kuning, Violet Cafee ^_^, Berbagai Sumber***

ditulis oleh Hawa El Pandani diedit oleh Ma Sang Ji

 
 

Tag: , ,