RSS

Arsip Kategori: Humor

“Boleh Mawar mainin ‘burungnya’, Om?”

Ini kisah nyata tentang kasus pelecehan seksual dan penganiayaan. Kejadian ini melibatkan seorang pemuda pemabuk, sebut saja namanya “Gurandil”, dan seorang anak perempuan kecil yang masih polos, sebut saja namanya “Mawar”.

Ketika itu, Mawar sedang dikerumuni banyak orang di dalam kamar kos-kosaan ibunya yang sedang bekerja. Beberapa polisi juga ada di sana untuk menanyai anak perempuan itu.

“Dek, kenapa Adek melakukan perbuatan yang kejam itu?” Pak polisi bertanya setelah mendapat laporan dari salah seorang keluarga Gurandil yang kini berada di rumah sakit.

Read the rest of this entry »

 

Tag: , ,

Ayam Kampus vs Dokter Mesum

Andreaa seorang cewek muda sangat cantik dan cukup merangsang. Dia adalah ayam kampus, datang ke praktek Dokter Gete untuk memeriksakan diri. Andreea duduk di ruang praktek Dokter Gete. Mula-mula, dokter tersebut meletakkan tangannya di atas dada si cantik. ”Tahukah Anda apa yang sedang saya lakukan ini?” Dokter itu bertanya.

”Ya,” guman Andreaa ,”Anda sedang memeriksa kemungkinan penyakit kanker pada payudara saya.”

Dokter Gete kemudian meraba perut Andreaa. ”Tahukah Anda apa yang sedang saya lakukan ini?” Ia kembali bertanya.

Read the rest of this entry »

 
27 Komentar

Ditulis oleh pada 4 Oktober 2011 in Hiburan, Humor, Menghibur

 

Tag: , , ,

Pantai ini khusus bagi yang sudah dewasa?

Pantai ini khusus bagi yang sudah dewasa?

Cerita tentang pantai khusus dewasa berikut ini mungkin hanyalah kisah lama. Tapi tidak mengapa ditulis ulang. Mudah-mudahan tidak repost. Mohon maaf, saya tidak copy-paste. Hanya berdasar cerita warung kopi alias iseng, dari mulut ke mulut, jaman dulu.

Pada suatu hari masuk musim liburan, sebuah keluarga dengan dua anak-anak seusia TK dan SD kelas awal, bermain ke pantai. Pantai itu sebenarnya terkenal dengan ombaknya yang ganas dan sering memakan korban.

Sang bapak dengan leluasa bermain-main, mandi berenang, bahkan jauh dari pinggir pantai. Tentu saja anak-anaknya yang masih kecil-kecil ingin ikut berenang seperti ayahnya. Lantas mereka meminta pada sang ibu: “Ibu… Ibu… Boleh ya kami ikut berenang seperti bapak?”

Sang ibu menjawab: “Oh, kalian tidak boleh..! Duduk di sini saja”.

Ipanema-Beach-brasil

Anak-anak setengah protes bertanya lagi ke sang ibu: “Yaaa… Kenapa tidak boleh? Apa karena kami masih kecil, Buuu”.

Dengan kalem si ibu menjawab: “Bukan karena kalian masih kecil, tapi karena Bapak sudah diasuransikan….”

Anak-anak: [melongo]

by M. ‘Arief B.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 30 September 2011 in Hiburan, Humor, Menghibur

 

Tag: , , ,

Bila Orang Madura Ditilang Polisi

Bila Orang Madura Ditilang Polisi

Ceritanya, seorang Madura naik motor di jalan raya. Karena terburu-buru, lampu merah dilewati juga. Tanpa disangka, ada polisi lalulintas yang melihat kelakuannya. Priiitt! Suara peluit polisi menghentikan laju motornya.

Polisinya membentak, ”Kenapa lampu merah masih jalan juga?! Mana SIM dan STNK?” Si Madura tidak menjawab, tapi mengeluarkan SIM dan STNK-nya. Namun polisinya tambah marah karena STNK-nya tidak sesuai dengan motor yang dikendarai. Begitu juga dengan SIM, itu bukan miliknya.

“Anda ini gimana sih? STNK dan SIM ini bukan milik Anda,” hardik sang polisi.

ditilang polisiTapi teman kita ini tak mau kalah, “Sampeyan ini gimana sih?! Wong saudara saya yang STNK dan SIM-nya saya pinjam saja tak marah, kenapa justru sampeyan yang marah-marah? Heran saya!”

***

Pada kesempatan lain, diceritakan juga bahwa ada seorang warga Madura ditilang oleh Polisi, karena naik sepeda motor tidak membawa SIM.

“Mana SIM Saudara?” tanya polisi. “Ini, Pak,” kata orang Madura itu sambil menunjukkan sebuah kartu. “Ini bukan SIM. Ini kartu anggota NU,” bentak sang polisi lagi. Banyak orang Madura lebih bangga membawa kartu anggota NU daripada membawa SIM.

“Oh, kartu itu tidak bisa jadi SIM ya, Pak? Ini ada SIM punya teman saya,” jawab orang Madura itu lagi. “Mengapa Anda naik sepeda motor memakai SIM orang lain? Anda telah melanggar. Anda akan ditilang!” hardik polisi itu lagi.

“Lho, kok marah? Saya dipinjami SIM ini secara sah oleh yang punya. Yang punya SIM saja tidak marah, masak sampeyan yang marah?” tanggap orang Madura itu lagi.

 
23 Komentar

Ditulis oleh pada 29 September 2011 in Hiburan, Humor, Menghibur

 

Tag: , ,

Jurus Menggaet Cewek ala Mahasiswa Jogja

Jurus Menggaet Cewek ala Mahasiswa Jogja

Kehidupan waktu jadi mahasiswa kost di Jogja dulu menyisakan banyak cerita. Diantaranya cerita yang berkaitan dengan cewek. Maklumlah, namanya juga kost cowok. Ngomongin cewek termasuk jadi agenda harian.

Beberapa petak rumah dari kost kami adalah kost cewek. Seperti ada kekuatan magnet yang tidak kentara, ada saja diantara temen kost cowok yang mengarahkan serangannya ke kost cewek tersebut. Salah satunya sebut saja namanya Dadap.

Perawakan Dadap terbilang lumayan. Apalagi jika sudah nongkrong di sepeda motor kesayangannya, Honda jenis sport. Menambah nilai dari penampilan si Dadap.

Suatu saat, kost cewek yang saya sebutkan tadi bertambah satu penghuni baru. Sebut saja namanya Putri. Entah kabar itu dari mana asalnya, tapi kami semua penghuni kost cowok bisa tau ada pendatang baru di sana.

Dadap yang masih jomblo pernah sekali melihat Putri lewat. Daerah kost kami memang dekat dengan sebuah kampus, jadi sebagian cukup berjalan kaki, termasuk Putri.
Melihat Putri, ternyata Dadap kesengsem. Dengan penuh kepercayaan diri meniru semboyan Vini Vidi Vici, Dadap berucap dengan semangat: “Aku lihat, aku pikat, aku dapat…”

jurus menggaet cewek ala mahasiswa di Tamansari JogjaSore harinya Dadap sudah mulai bergerilya pdkt. Kadang dari kampus belum tentu langsung ke kost, tapi mampir dulu ke tempat Putri. Itu jika Putri sedang tidak pergi. Jika sedang tidak ada, yang penting Dadap sudah kelihatan mencari. Mungkin maksudnya untuk mencari perhatian.

Minggu demi minggu belum menampakkan hasilnya. Sebenarnya si Dadap ini sudah sukses atau belum nembak si Putri? Kami jadi bertanya-tanya juga. Penasaran.

Sampai suatu saat kami lihat wajah Dadap tidak seperti biasanya yang ceria. Kali ini kusam, kuyu, sedih, dan keliatan gelap. Ada apakah? Sebenarnya kami sudah curiga, ini ada hubungannya dengan Putri.

Setelah agak lama waktu berselang, barulah kami berani menanyakan. Ada apakah gerangan? Siapa tau ada masalah lain yang mengganggu pikiran Dadap.

Ternyata benar tebakan kami. Si Dadap sudah ditolak oleh Putri. Duh, kasian.
Begini Dadap menjawab tanya kami: “Kalah saingan, dul. Rivalku apel pakai BMW. Malah sudah diajak-ajak pergi juga.”

sepeda motor bebek merahOh, pantesan kalah, saingannya pakai BMW.

Selidik punya selidik akhirnya kami memang beberapa kali liat Putri lewat depan kost kami bersama cowok. Tapi kok dibonceng sepeda motor? Malah sepeda motornya yang dua tak, sudah kategori lawas.

“Apa itu cowoknya?” Kami bertanya ke Dadap.

“Iya.” Jawab Dadap dengan masih sedikit lesu.

“Lho, katanya pakai BMW?” Kami bertanya lagi ke Dadap.

Lalu Dadap menjawab dengan setengah berteriak: “Iya, pakai BMW…. Bebek Merah Warnanya!!!”

Ooooo….

by M. ‘Arief B.

 

Tag: , , , ,