RSS

Arsip Tag: blogging

Hiii… Teroris muncul lagi di Kompasiana

Belum sebulan, teroris bergentayangan di media komunikasi Kompasiana. (Lihat “Awas! Ada Teroris di Kompasiana“). Siang tadi, Ma Sang Ji melaporkan: “Lagi-lagi seorang teroris muncul kembali di Kompasiana dengan identitas baru. Kali ini yang diserang adalah akun A Sia Na di Kompasiana. Semua artikel kita [mengenai blogging] dia teror dengan spam komentar.”

Read the rest of this entry »

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 6 Oktober 2011 in Bermanfaat, Komunikasi, Media

 

Tag: , ,

Mengelola Kesepian

Adalah Ma Sang Ji, seorang (atau seekor?) perawan siluman yang dipuji sekaligus dibenci. Saya baru mengenalnya ketika ia hadir memberikan komen pada tulisan saya soal “Menikmati Pekerjaan”.

Setelah itu ia tak lagi pernah hadir dalam lapak saya, namun tiba-tiba saja saya dikejutkan oleh sebuah artikelnya yang cukup heboh soal “Cewek Cantik Cari Jodoh” dengan se “abrek” syarat dan prasyarat yang tidak menarik bagi saya. Saya tinggalkan komen di sana, “Sang Ji…. Saya doakan saja semoga sukses..!”

Lalu dia balas komen saya, “Kenapa mbak ? Tidak tertarik dengan saya? Apa saya kurang cantik?”

Read the rest of this entry »

 

Tag: ,

Cara Cantik Mengatasi Kritik

Cara Cantik Mengatasi Kritik

boy girl talkingOrang feminin cenderung mudah disalahpahami oleh orang maskulin. Tak jarang, sang pembaca maskulin menilai si penulis feminin telah melakukan kesalahan yang amat besar. Begitu fatalnya kesalahan itu di mata sang maskulin, sampai-sampai si feminin dianggap layak dipermalukan, diolok-olok, dan dikritik habis-habisan di depan publik.
Read the rest of this entry »

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada 18 September 2011 in Bermanfaat, Komunikasi, Pria-Wanita

 

Tag: , , , , ,

Menjadi Perawan di Sarang Perjaka

Menjadi Perawan di Sarang Perjaka

Pernahkah Anda merasakan atau membayangkan menjadi seorang perempuan di tengah-tengah kaum lelaki? Saya merasakannya setelah dua bulan menjadi kompasianer. Yang saya maksudkan, saya merasa menjadi seorang blogger feminin yang kesepian di tengah hiruk-pikuk sebuah media maskulin yang bernama Kompasiana.

Ditilik dari nama dan slogannya, Kompasiana memang terkesan feminin. Begitu pula interaksi antara para kompasianer. Namun di luar 3 hal tersebut, saya rasa media ini 100% maskulin.

Read the rest of this entry »

 

Tag: , , , ,